GOWA, BUKAMATA - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Kamsina mengajak Dewan Kesenian Gowa (DKG) untuk membantu pemerintah daerah dalam melestarikan kebudayaan lokal. Khususnya kesenian daerah yang ada di Kabupaten Gowa.
Hal ini disampaikannya saat melantik Pengurus Dewan Kesenian Gowa periode 2021-2025 sekaligus menutup Festival Balla Lompoa di pelataran Istana Tamalate Sungguminasa, Senin (6/6/2022) malam.
Menurut Kamsina, menjaga kearifan budaya lokal merupakan tanggungjawab bersama. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri, dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi dari semua pihak khususnya Dewan Kesenian Gowa untuk tetap melestarikan kebudayaan lokal terutama di era modern saat ini.
“Acara yang kita laksanakan hari ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri buat kami, karena kami berpikir di zaman serba modern saat ini, dimana budaya lokal seolah-olah terlupakan dengan budaya yang glamor dan modern,” ujar Kamsina.
Olehnya itu, dirinya juga menyambut baik pelaksanaan Pelantikan Pengurus Dewan Kesenian Gowa yang dirangkaikan dengan Festival Balla Lompoa, ia yakin apa yang dilakukan ini merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya lokal dalam bentuk kesenian daerah.
Dirinya berharap Dewan Kesenian Gowa dapat terus melalukan kegiatan-kegiatan kreatif seperti Festival Balla Lompoa seperti ini. Kamsina menilai kegiatan seperti ini penting dilakukan untuk terus menghidupkan nilai-nilai kearifan budaya lokal di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
“Festival Balla Lompoa ini akan menjadi momentum yang baik untuk menggiatkan kembali seluruh aktivitas seni dan budaya Kabupaten Gowa. Kami Pemerintah Kabupaten Gowa siap mendukung dan mensupport kegiatan tersebut,” tandas Kamsina.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Gowa, Rahmansyah mengaku siap membantu pemerintah dalam melestarikan kebudayaan Kabupaten Gowa. Menurutnya kegiatan Festival Balla Lompoa merupakan salah satu wujud dukungan Dewan Kasenian Gowa melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan Kabupaten Gowa.
Rahmansyah mengak, kegiatan dalam upaya memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan lokal akan terus dilakukan oleh Dewan Kesenian Gowa.
“Dewan Kesenian Gowa bukan suatu lembaga yang menjelma menjadi suatu kekuatan yang paham segala hal tentang seni dan budaya. Tetapi Dewan Kesenian Gowa ibarat perahu yang akan menjadi tumpangan bagi kita semua yang mau berpikir tentang seni untuk membangun kebudayaan Kabupaten Gowa,” tutur Rahmansyah.
Turut pada pada kegiatan ini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Andi Tenriwati Tahri.
BERITA TERKAIT
-
KPH Jeneberang Bantah Terjadi Perambahan Hutan di Gowa
-
Rawan Eksploitasi, Aktivis Lingkungan Sorot Perubahan Status Kawasan Hutan di Bawakaraeng
-
Dibabat Habis di Hulu, Puluhan Hektare Hutan Lindung di Gowa Gundul Akibat Ilegal Logging
-
Filosofi di Balik Logo Baru HJG Ke-705: Ujung Badik, Embun, dan Tangan Pakarena
-
Pemprov Sulsel Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Mandiri Benih Kentang di Gowa