Hikmah
Hikmah

Senin, 06 Juni 2022 15:51

Arab Saudi Naikkan Harga, Minyak Dunia Melambung, Rupiah Terpental

Arab Saudi Naikkan Harga, Minyak Dunia Melambung, Rupiah Terpental

Langkah OPEC+ untuk menambah produksi secara luas dipandang tetap tidak mungkin memenuhi permintaan. Ini karena beberapa negara anggota, termasuk Rusia, tidak dapat meningkatkan produksi, sementara permintaan melonjak

BUKAMATA - Keputusan Arab Saudi untuk menaikkan Harga jual minyak mentahnya untuk perdagangan Juli, berimbas kemana-mana. 

Arab Saudi menaikkan harga jual resmi (OSP) untuk minyak mentah ringan Arab, andalannya ke Asia menjadi USD 6,50 premium versus rata-rata benchmark Oman dan Dubai, harga ini naik dari premium USU 4,40 pada bulan Juni. Kenaikan harga ini diumumkan produsen minyak negara Aramco. 

Akibat keputusan Aramco tersebut, harga minyak naik lebih dari USD 2 pada awal perdagangan pada hari ini (6/2/2022).

Minyak mentah Brent berjangka naik USD 1,80, atau 1,5% menjadi US$ 121,52 per barel pada 2319 GMT setelah menyentuh intraday high USD 121,95 dan memperpanjang kenaikan 1,8% sejak Jumat. 

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 1,63, atau 1,4%, menjadi USD 120,50 per barel setelah mencapai level tertinggi tiga bulan di USD 120,99. Kontrak naik 1,7% sejak Jumat. 

Langkah itu dilakukan meskipun ada keputusan pekan lalu oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, bersama-sama disebut OPEC+, untuk meningkatkan produksi pada Juli dan Agustus sebesar 648.000 barel per hari, atau 50% lebih banyak dari yang direncanakan sebelumnya.

Arab Saudi juga meningkatkan OSP Arab Light ke Eropa barat laut menjadi USD4,30, di atas ICE Brent untuk bulan Juli, naik dari premium USD 2,10 pada Juni. Namun, itu mempertahankan premium stabil untuk barel menuju harga Amerika Serikat di US$ 5,65, di atas Argus Sour Crude Index (ASCI). 

Langkah OPEC+ untuk menambah produksi secara luas dipandang tetap tidak mungkin memenuhi permintaan. Ini karena beberapa negara anggota, termasuk Rusia, tidak dapat meningkatkan produksi, sementara permintaan melonjak di Amerika Serikat di tengah musim mengemudi dan Cina melonggarkan penguncian COVID. 

"Sementara peningkatan itu sangat dibutuhkan, itu jauh dari ekspektasi pertumbuhan permintaan, terutama dengan larangan parsial UE terhadap impor minyak Rusia juga diperhitungkan," kata analis Commonwealth Bank Vivek Dhar dalam sebuah catatan.

Rupiah melemah

Selain kenaikan harga minyak dunia, keputusan Arab Saudi ini juga membuat Rupiah tertekan. 

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 23 poin ke level Rp 14.456 per dolar AS di pasar spot pagi ini. Rupiah diramal melemah hari ini seiring kembali menguatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.

Mengutip Bloomberg, rupiah melanjutkan pelemahan ke arah Rp 14.461 per dolar AS pada pukul 09.55 WIB. Ini semakin jauh dari posisi penutupan akhir pekan lalu di Rp 14.433 per dolar AS.

Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan rupiah akan berbalik melemah pada perdagangan hari ini seiring kembali naiknya harga minyak dunia. Ia memperkirakan rupiah melemah ke rentang Rp 14.450-14.480, dengan potenai support di kisaran Rp 14.400 per dolar AS.

"Naiknya kembali harga minyak mentah dunia menjadi pemicu kekhawatiran inflasi," kata Ariston, dikutip dari katadatadotcom Senin (6/6).

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Harga minyak dunia #Nilai tukar rupiah

Berita Populer