Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Dinas Kesehatan Kabupaten Maros mencatat sekitar 23 warga Maros terserang DBD di awal tahun 2022 ini.
MAROS, BUKAMATA - Dinas Kesehatan Kabupaten Maros mencatat sekitar 23 warga Maros terserang DBD di awal tahun 2022 ini.
Angka tersebut meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan rumah. Pihaknya juga menginstruksikan Dinkes Maros untuk menggencarkan fogging guna mencegah kasus DBD terus bertambah.
“Memang setiap memasuki musim hujan, biasanya akan ada kasus demam berdarah, makanya kita imbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Chaidir, Seni (7/2/2022).
Eks Ketua DPRD Maros itu menyebut pelaksanaan fogging akan dilakukan secara masif. Khususnya di wilayah yang terpapar kasus DBD.
“Fogging di lokasi yang terkena DBD, perumahan padat penduduk, dan melakukan pembersihan di sekolah sekolah,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinkes Maros, Yunus, menjelaskan peningkatan dari Desember ke Januari cukup tinggi, dari 13 kasus menjadi 22 kasus. Lalu, pada awal Februari, ada penambahan 1 kasus lagi, jadi ada 23 orang yang terkena DBD hingga saat ini, dan satu orang dirawat di rumah sakit.
Guna mengantisipasi semakin banyaknya pasien demam berdarah, Dinas Kesehatan akan melakukan penyelidikan epidemiologi.
“Fogging itu langkah terakhir, tim Puskemas akan melakukan penyelidikan epidemiologi terlebih dahulu di sekitar 100 rumah dari kasus yang terkena DBD, untuk melakukan pemeriksaan jentik. Jika ditemukan jentik baru akan dilakukan Fogging,” jelasnya
Kondisi tersebut, kata dia, diakibatkan karena perubahan cuaca.
“DBD merupakan penyakit musiman, setiap musim hujan, nyamuk jentik tersebut berada di air yang tergenang, air yang tidak menyentuh tanah dan lantai,” ujarnya.
Yunus mengatakan, kasus DBD hampir merata di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Maros. “Namun kasus yang terbanyak itu ada di wilayah yang padat penduduk, seperti Mandai Turikale, dan Marusu,” ucapnya.
Sementara penderita DBD berada di rentang usia anak anak dan dewasa. Kendati demikian, dia mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengantisipasi terjadinya penyebaran penyakit demam berdarah.
“Terus melakukan 3M, membersihkan pohon yang ada di sekitar rumah dan melakukan kerja bakti,” tutupnya.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33