Bupati Maros Pantau Langsung Dampak Banjir, 8 Kecamatan Terendam
Bupati Maros, Chaidir Syam, pantau langsung dampak banjir di 8 kecamatan terendam. Ketinggian air capai 1-2 meter, pos siaga 24 jam dibuka. Warga diimbau waspada hadapi cuaca ekstrem hingga 16 Februari 2025.
MAROS, BUKAMATANEWS – Bupati Maros, Chaidir Syam, secara langsung memantau kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Maros pada Selasa (11/2/2025). Kunjungannya dilakukan ke beberapa titik terdampak, termasuk Buttatoa Selatan dan Jembatan Sungai Maros, untuk meninjau situasi serta berinteraksi dengan warga yang menjadi korban bencana.
Dalam pemantauannya, Chaidir mengungkapkan bahwa delapan kecamatan di Maros saat ini terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 2 meter. Meskipun belum ada warga yang dievakuasi, ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk tetap waspada dan siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga 16 Februari 2025.
“Kami telah mengerahkan seluruh tim untuk memantau kondisi di setiap kecamatan. Pos siaga juga telah dibuka di kantor BPBD Maros dan kantor-kantor desa untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut,” jelas Chaidir.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros telah mengambil langkah cepat dengan membentuk posko siaga yang beroperasi 24 jam. Data mengenai daerah yang terisolasi tengah dikumpulkan untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut, termasuk distribusi bantuan kepada warga terdampak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem akan berlanjut dengan potensi air pasang pada sore hingga malam hari. Menanggapi hal ini, Chaidir menegaskan pentingnya kesiapan semua pihak untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
“Semua posko siaga harus beroperasi penuh. Kami juga siap mendirikan dapur umum jika diperlukan, meskipun saat ini belum dibuka karena banjir masih dalam tahap awal,” tegasnya.
Pemkab Maros terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif. Warga dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah setempat.
News Feed
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
GAPEMBI Sulsel Mantapkan Langkah, Siap Dilantik dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis
02 Februari 2026 09:34
Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Berita Populer
02 Februari 2026 09:34
Wali Kota Makassar Pererat Kebersamaan Alumni se-Kota Makassar di Bazar Road To Reuni Angkatan 93
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:43
