Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Jumat, 21 Januari 2022 08:25

Ist
Ist

Telantarkan Pasien, 13 Bidan Dipecat

Pihak RS Andi Djemma, Imran Ismail, mengungkapkan, 13 bidan yang dipecat lantaran tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Sebelum melakukan pemecatan, pihaknya sudah ada langkah-langkah persuasif yang dilakukan pihak rumah sakit agar mereka bertugas sesuai jadwal.

LUWU UTARA, BUKAMATA - Pihak Rumah Sakit Andi Djemma Masamba, memecat 13 bidan yang berstatus tenaga kontrak dan sukarela. Penyebabnya, mereka lalai dalam melaksanakan tugas, hingga menelantarkan pasien.

Pihak RS Andi Djemma, Imran Ismail, mengungkapkan, 13 bidan yang dipecat lantaran tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Sebelum melakukan pemecatan, pihaknya sudah ada langkah-langkah persuasif yang dilakukan pihak rumah sakit agar mereka bertugas sesuai jadwal.

"Mereka dikeluarkan karena terindikasi menelantarkan pasien. Awalnya kita sudah melakukan langkah persuasif, komunikasi dengan mereka untuk kembali menjalankan tugas sesuai jadwal, tapi tidak ada yang merespon dengan baik," jelas Imran.

Iapun membantah jika pemecatan para bidan ini karena mempertanyakan dana jasa penanganan Covid-19. Menurutnya, hal tersebut sudah dijelaskan dan tidak ada hubungannya dengan pemecatan mereka.

"Tenaga non ASN tersebut sebelumnya memang mempertanyakan soal pembagian jasa yang mereka nilai tidak adil. Namun, pihak rumah sakit sudah memberikan penjelasan, yang kemudian dapat dipahami oleh mereka. Tapi setelah masuk jam kerja, ke 13 bidan ini justru tidak masuk bekerja," jelasnya.

Imran juga membantah jika ada ancaman terhadap tenaga non ASN tersebut. Mereka pun tidak dipecat secara bersamaan.

"Pertama kita keluarkan dua orang tenaga kontrak, lalu menyusul yang lainnya. Karena kita menganggap bahwa mereka ini sudah melalaikan tanggungjawabnya. Ada indikasi menelantarkan pasien karena tidak masuk pada jam kerja, dan kami menganggap itu pelanggaran berat," tegasnya.

"Seandainya ada alasannya, mungkin kita bisa tolerir. Tapi kan kita sudah komunikasi baik-baik, kita imbau untuk masuk bekerja, tapi ternyata di abaikan," jelasnya lagi.

Bahkan, kata Imran, pihaknya sempat meminta bantuan tenaga kesehatan dari ruangan lain untuk mengisi Ruangan Dahlia, tempat tenaga kesehatan yang dipecat tersebut bertugas.

"Saat tenaga non ASN ini tidak masuk, kita mengarahkan beberapa bidan dari ruangan lain untuk mengisi Ruang Dahlia, agar tidak terjadi kekosongan dan pelayanan tetap berjalan dengan baik," pungkasnya. (*)

Penulis : Jusman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#RSUD Andi Djemma #Indah Putri Indriani #Kabupaten Luwu Utara

Berita Populer