Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Sabtu, 27 November 2021 22:16

Kapolres Palopo, AKBP M Yusuf Usman (kanan).
Kapolres Palopo, AKBP M Yusuf Usman (kanan).

Konflik Mancani Jadi Prioritas Kapolres Palopo Yusuf Usman

Kapolda Sulawesi Selatan meminta Kapolres Palopo untuk menyelesaikan konflik yang antar warga Lingkungan Uri dan Lingkungan Batu yang telah berlangsung lama.

PALOPO, BUKAMATA - Kapolres Palopo, AKBP M Yusuf Usman mengungkapkan, salah satu prioritasnya dalam menjalankan tugas sebagai Kapolres yakni menyelesaikan konflik di Kelurahan Mancani, Kecamatan Telluwanua.

Hal tersebut dia katakan, saat bersilaturrahmi dengan jurnalis se-Kota Palopo, di Cafe Sweetnes, Sabtu 27 November 2021. Dia menyebutkan, sebelum menjabat dirinya sempat dipanggil khusus Kapolda Sulawesi Selatan.

Saat itu katanya, Kapolda Sulawesi Selatan memintanya untuk menyelesaikan konflik yang antar warga Lingkungan Uri dan Lingkungan Batu yang telah berlangsung lama.

“Seperti mendapat misi khusus dari Kapolda. Saya kemudian mencari tahu seperti apa permasalahan di Mancani, kemudian kami dapat informasi dari Kasat Intel dan anggota lainnya,” jelas AKBP Muhammad Yusuf Usman.

“Semua informasi itu kami tampung dan terus mencari formulasinya agar konflik ini dapat diakhiri dan kedua kelompok warga dapat didamaikan,” sambungnya.

Lebih jauh, mantan Kasat Lantas Polrestabes Makassar itu menjelaskan, ujian pertamanya setelah menjabat yakni mengamankan panen warga Uri yang sawahnya masuk ke wilayah Lingkungan Batu.

Dimana, warga Batu menolak petani Uri untuk panen sebelum pelaku bentrok Mancani yang menyebabkan satu warga Batu meninggal ditangkap.

“Kami melakukan pengamanan panen dengan persuasif. Alhamdulillah, dua hari kami menjabat Kapolres, terduga pelaku berhasil diamankan. Kami juga mengakui komitmen dari Warga Batu, setelah terduga pelaku diamankan, petani Uri akhirnya bisa panen dan tidak ada gesekan antar warga,” urainya.

Mantan Kasubidregident Ditlantas Polda Sulsel itu mengaku punya cara tersendiri untuk membuat konflik kedua warga tersebut berakhir.

Salah satunya ialah dengan melakukan pendekatan agama. Jika sewaktu-waktu konflik kembali pecah, dia telah mempersiapkan strategi khsus.

Pihaknya juga akan melantunkan asmaul husna setiap melakukan pengamanan. Cara ini pernah dia gunakan saat bertugas di Jawa Timur.

“Polisi santri akan kembali kami aktifkan. Kami juga rencananya akan membangun pos gabungan yang terdiri dari Polres Palopo, Brimob, dan Pemerintah Daerah. Itu semua dilakukan agar semua stakeholder punya peran bagaimana agar Mancani ini aman dan kondusif,” pungkasnya.

#Polres Palopo