Samsul Bahri
Samsul Bahri

Rabu, 24 November 2021 19:59

Anggota DPD-RI Dapil Sul-sel, Tamsil Linrung memberikan sambutan diacara Forum Group Discussion di Ruang Senat Fakultas Sosial Hukum, Gedung Phinisi, Universitas Negeri Makassar, Rabu (24/11/2021).
Anggota DPD-RI Dapil Sul-sel, Tamsil Linrung memberikan sambutan diacara Forum Group Discussion di Ruang Senat Fakultas Sosial Hukum, Gedung Phinisi, Universitas Negeri Makassar, Rabu (24/11/2021).

Tim Kerja Kajian Politik Ketatanegaraan DPD-RI Gelar FGD di Kampus UNM

kampus IKIP yang dulunya kini berubah jadi Universitas Negeri Makassar (UNM) adalah kampus yang sangat menentukan arah Bangsa Indonesia kedepannya.

BUKAMATA, MAKASSAR - Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) gelar Focus Group Discussion Tim Kerja Kajian Politik Ketatanegaraan dengan Tema "Amandemen UUD 1945 untuk Koreksi Arah Perjalanan Bangsa" di Ruang Rapat Senat Fakultas Sosial Hukum, Menara Phinisi UNM, Makassar, Rabu (24/11/2021).

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) dapil Sulawesi Selatan, Tamsil Linrung yang mewakili Anggota DPD-RI lainnya dalam sambutannya mengatakan, kalau dirinya bersama dengan anggota DPD RI lainnya hadir di Makassar untuk kegiatan Focus Discusision yang diadakan di UNM Makassar.

"Saya dan beberapa anggota Senator dari Senayan, hadir diruang senat UNM Fakultas Sosial Hukum untuk melakukan Focus Group Discussion, terkait Amandemen UUD 45 untuk Koreksi Arah Perjalanan Bangsa," ungkap Tamsil Linrung dalam sambutannya.

Lebih lanjut Tamsil, ia mengataku kampus IKIP yang dulunya kini berubah jadi Universitas Negeri Makassar (UNM) adalah kampus yang sangat menentukan arah Bangsa Indonesia kedepannya.

Menurutnya, salah satu yang terpenting dalam Bangsa ini adalah proyek kemanusiaan, Proyek kemanusiaan yang dimaksud juga adalah pemberdayaan tenaga pendidik dan kependidikan.

"Saya paling perhatian dengan tenaga pendidik, apalagi tenaga honorer, kemudian saya harap jangan ada yang janji tenaga honorer," demikian Tamsil.

Tamsil Linrung juga menegaskan, untuk memutuskan pekerjaan proyek kemanusiaan jauh lebih esensial dan fundamental dibandingkan proyek infrastruktur.

"Kalau saya, didahulukan dulu proyek kemanusiaan, infrastruktur juga proyek bagus, Tapi lebih bagus dan sangat Fundamental itu proyek kemanusiaan," ungkap Tamsil.

Adapun Tim Kerja Kajian Politik Ketatanegaraan Dewan Perwakil Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) yang turut hadir diantaranya, Hasan Basri, Abdul Rachman Taha, Erni Sumarni, Tamsil Linrung dan Husain Alting Syah.

 

#Tamsil linrung #Abdul Rahman Thaha #DPD RI