JENEPONTO, BUKAMATA -- Minggu, 21 November 2021. Dinas Sosial Jeneponto, memberikan penegasan hingga menegur sejumlah KPM di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi selatan. Dia minta agar semua telur yang rusak, busuk diganti sesegera mungkin.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto, Nirmala Suaib mengatakan, dirinya telah menghubungi pendamping program BSP di Rumbia, untuk ke Ewarung dan mengganti semua telur yang telah dibelanjakan KPM di Ewarung tersebut.
"Kami berada di lokasi waktu telur pengganti tiba di Ewarung dan memastikan kalau telur itu yang berkualitas baik. Pagi-pagi, saya bersama Sekdis dan Korda mendatangi langsung Ewarung untuk menegur Ewarung dan pendamping," ujarnya.
Baca Juga :
Pagi itu juga, menurut Nirmala, para KPM mengganti telur tersebut. Semua yang bertransaksi di Ewarung Ujung Bulu II, diperintahkan untuk mengganti telur yang rusak itu. Dia mengaku memang telur tersebut busuk.
Waktu itu, di Kecamatan Rumbia terdapat tiga desa penyaluran. Dan tidak semuanya mengalami seperti yang di Desa Ujung Bulu. Meski demikian kata dia, akan terus melakukan pengawasan ke sejumlah KPM di Kecamatan Rumbia.
"Warga Desa Ujung Bulu yang sudah ambil, ganti telurnya. Ada 226 rak telur penggantinya. Semua yang bertransaksi di Wwarung Ujung Bulu, saya suruh ganti telurnya, karena kita tidak taumi lagi mana yang masih baik mana yang sudah rusak," kata Nirmala.
Dia juga menjelaskan, telur yang busuk atau rusak tidak ditarik lagi. Tergantung penerima manfaat, apakah mau dibuang atau seperti apa. Namun yang jelas, untuk membedakan telur yang rusak dan masih bagus, sulit dilakukan. Sebab tidak bisa dipecah.
"Biasa saya kalau telur, nanti saya pecah baru ditahu rusak atau busuk. Kita tidak tarik terserah penerima manfaat, mau diapakan itu telur. Namun yang pastinya sudah digantikan dengan kualitas baik, diambil dari Bulukumba," pungkasnya.
Sebelumnya, pembagian telur busuk di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), disorot legislator Partai Gerindra Dapil Rumbia-Kelara.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto, Abdul Hafid mengatakan, sudah mendesak komisi empat untuk segera melakukan rapat dengar pendapat (RDP). Dan mengundang para pihak untuk memberikan penjelasan.
"Pembagian telur busuk di desa Ujung Bulu. Saya selaku ketua fraksi Gerindra sudah mendesak ketua komisi 4 untuk segera melakukan RDP," tegasnya dalam pesan WhatsApp, Minggu (21/11/2021).
Dia menyebut, sangat menyayangkan Dinas Sosial Jeneponto, terhadap pembagian telur busuk di Desa Ujung Bulu, sebagai bukti kurangnya pengawasan terhadap para suplair kepada KPM sebelum telurnya didistribusikan.
"Kami selaku wakil rakyat dapil Kelara -Rumbia mendesak komisi yang membidangi untuk segera melakukan RDP memberikan penjelasan terkait pembagian telur yang sudah membusuk agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ujarnya
Anggota Dewan yang akrab disapa pak Hafid ini, menegaskan agar Dinas sosial (Dinsos) Jeneponto harus pro aktif dalam melakukan pengawasan terkait BPNT termasuk memperbaiki data KPM-nya.
"Jangan sampai banyak yang layak mendapatkan bantuan, tapi tidak masuk dalam daftar data KPM. Sehingga hak rakyat terabaikan. Sebaliknya masyarakat yang sudah masuk kategori orang mampu, tapi masuk dalam daftar KPM sehingga layak mendapatkan bantuan," sebutnya.
Penulis : Samsul