Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Seorang mahasiswi diamankan. Itu setelah bersama seorang wanita yang mengaku dosen, menipu 9 mahasiswa.
MAKASSAR, BUKAMATA - Sembilan mahasiswa gigit jari. Uang mereka yang berkisar antara Rp8 juta hingga Rp10 juta, raib dibawa penipu. Pelaku berinisial YL, seorang wanita yang mengaku dosen, dan FB (35), seorang mahasiswi. FB sudah diamankan Unit Reksrim Polsek Rappocini tadi malam. Sedangkan YL masih dalam pencarian.
Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Akhmad Risal membeberkan kronologinya. Berawal dari laporan polisi seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta berinisial US (29), yang mengaku telah ditipu pelaku.
Unit Reskrim Polsek Rappocini lalu melakukan penyelidikan. Hasilnya, Rabu, 17 November 2021, sekitar pukul 20.40 Wita, anggota Resmob Polsek Rappocini bersama Piket Fungsi dan Panit 1 Opsnal Ipda Ahmad S Hajar dipimpin Kanit Reskrim Iptu Akhmad Risal, berhasil mengamankan FB di Jl. Rappocini Lorong 6 Kota Makassar.
Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Berawal korban bertemu dengan pelaku di sebuah rumah kost milik pelaku di Jl. Rappocini Lr.6.
Dia menawarkan untuk pengurusan agar cepat melaksanakan wisuda. Untuk percepatan wisuda itu, korban diminta membayar biaya pengurusan sebesar Rp8,5 juta.
Pelaku FB yang merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di bilangan Jl Veteran Selatan, mengaku diminta oleh seorang wanita berinisial YL, yang mengaku sebagai dosen. YL meminta FB untuk mencarikan mahasiswa yang berminat untuk pengurusan wisuda.
Selanjutnya, FB memberi tahu teman-temannya. Dia berhasil mengumpulkan sembilan orang dari empat kampus berbeda. Semuanya perguruan tinggi swasta. Para korban masing-masing, US, DR, FL, RI, SL, IW, AG, AL, dan RY. Mereka membayar antara Rp8 juta hingga Rp10 juta.
FB lalu melapor ke YL, kalau telah mengumpulkan teman-temannya untuk pengurusan wisuda. YL lalu memberitahu FB, bahwa untuk kelanjutan pengurusan wisuda tersebut, nanti diinformasikan.
Dia hanya meminta teman-teman FB untuk menyiapkan sejumlah berkas. Antara lain, ijazah terakhir, transkip nilai, KRS, fotokopi KTP, dan pas foto.
Setelah FB menerima berkas dari beberapa korban, FB lalu membawa ke YL di salah satu SMA swasta. YL mengaku juga mengajar sebagai guru di sekolah tersebut.
Berselang seminggu setelah korban memberikan kelengkapan berkas tersebut, korban lalu menyerahkan sejumlah uang untuk biaya pengurusan wisuda kepada FB di rumah kost FB di Jl Rappocini.
Uang tersebut lalu diserahkan FB ke YL. Usai menerima uang itu dari FB, YL memberitahu FB agar menyampaikan kepada para korban, agar bersabar.
Beberapa kali selalu diminta bersabar dengan berbagai alasan, para korban lalu sadar kalau telah ditipu. Mereka mendatangi FB. Atas desakan para korban, FB menghubungi YL.
Sayang, telepon FB tak pernah direspons YL. FB pun mendatangi rumah YL, namun rumah itu sudah kosong, tak berpenghuni.
FB mengaku mendapatkan upah dari YL sebesar Rp200.000 per orang, dalam bentuk pulsa atau paket data. "Pelaku dan sejumlah barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Rappocini," ujar Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Akhmad Risal.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33