Aswad Syam
Aswad Syam

Kamis, 18 November 2021 16:32

Direktur Jaringan Versi Indonesia, Oki Sukirman.
Direktur Jaringan Versi Indonesia, Oki Sukirman.

Rakyat Butuh Penyegaran, Partai Nasionalis Religius Diprediksi Primadona 2024

Partai-partai lawas bakalnditinggalkan. Partai-partai nasionalis religius, akan jadi primadona.

JAKARTA, BUKAMATA -- Masyarakat dinilai sudah jengah dengan partai-partai lawas. Pasalnya, dinilai hanya mementingkan kelompoknya. Itu diungkap Direktur Jaringan Versi Indonesia Oki Sukirman.

"Saya melihat hari ini masyarakat sudah sampai titik jenuh politik. Parpol yang seharusnya menjadi saluran aspirasi masyarakat, seperti tersumbat. Partai-partai lama ini hanya menyalurkan kepentingan parpol masing-masing," katanya, Kamis (18/11/2021).

Menurut Oki, momen kejenuhan masyarakat terhadap partai-partai lawas ini sangat bisa dimanfaatkan oleh partai-partai baru. Apalagi jika partai tersebut memiliki ideologi nasionalis religius.

"Karenanya tren di tahun 2024 ke depan, masyarakat cenderung ingin penyegaran dengan munculnya partai berbasis nasionalis religius," katanya.

Dia menilai, partai yang memiliki ideologi religius nasionalis ini akan mampu merangkul semua para pemilih, baik itu nasionalis maupun religius.

"Partai yang aspiratif harus mampu merangkul semuanya, tidak hanya pemilih nasionalis tapi juga religius. Ini penting karena sudah paket kumplit, masyarakat pemilih partai nasionalis dan religius akan merasa terakomodir dalam satu wadah," paparnya.

Jika berbicara tentang partai Gerindra, Oki menjelaskan masyarakat sudah berfikiran akan sama saja dengan PDI-P, karena melihat sepak terjang partai Gerindra tidak bisa lepas dengan partai besutan Megawati tersebut.

"Jika melihat sejarah, memang partai Gerindra ini tidak bisa lepas dengan PDI-P, jadi memang kita sudah memprediksi jauh sebelum Gerindra memutuskan untuk bergabung di Kabinet Indonesia Maju. Jadi memang seperti status quo karenanya sudah terprediksi bagaimana jika berkuasa," katanya.

Lebih jauh, Oki juga menjelaskan untuk partai yang mengusung ideologi hanya religius, seperti PKS akan sulit berkembang. Karena pemilihnya hanya itu-itu saja. Apalagi lanjut dia seiring berjalan waktu partai-partai islam bermunculan.

PKS ini meski mendeklarasikan sebagai partai oposisi, lanjut dia, sampai saat ini tidak terlihat bentuknya. Kritisi-kritisi terhadap kebijakan pemerintah hampir tidak terdengar sebagai partai oposisi.

"Kalau untuk PKS ini sangat sulit, pemilih partai Islam hanya sedikit, apalagi saat ini bermunculan partai baru yang berlandaskan Islam seperti partai Ummat, Masyumi dan sebagainya. Jadi suara partai islam akan terpecah-pecah," katanya.

#Partai Gelora Indonesia

Berita Populer