Redaksi
Redaksi

Jumat, 29 Oktober 2021 11:37

Jasad pelaku pemarangan pensiunan guru saat ditemukan mengapung di sungai Pangkep.
Jasad pelaku pemarangan pensiunan guru saat ditemukan mengapung di sungai Pangkep.

Ditemukan Mengapung di Sungai, Pembunuh Pensiunan Guru di Pangkep Baru Keluar dari RS Dadi

Pelaku pemarangan pensiunan guru di Pangkep, Sulsel, sudah ditemukan. Kondisinya meninggal setelah meloncat ke sungai dan tenggelam.

PANGKEP, BUKAMATA - Kamis, 28 Oktober 2021. Sekira pukul 13.00 Wita, tim Basarnas mendapat informasi dari warga yang bernama Rahman umur (19) dan Saenal umur (16). Mereka melaporkan penemuan mayat terapung di sungai, pada saat melintas menggunakan perahu.

Tim Basarnas lalu ke sana bersama aparat kepolisian. Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Eka Bayu Budhiawan mengatakan, ternyata jasad yang ditemukan itu adalah pelaku pemarangan yang menewaskan pensiunan guru di Pangkep, Matius (70) pada Rabu sore.

Mantan Kanit Jatanras Polrestabes Makassar ini mengatakan, jasad itu adalah Saharuddin (46), warga Kecamatan Labakkang. Informasi dari warga sekitar, Saharuddin baru beberapa hari keluar dari rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar.

“Kemarin siang, jenasahnya berhasil ditemukan di lokasi tidak jauh dari lokasi pada saat dia melompat dan tenggelam di sungai tersebut,” ucapnya.

Eka Bayu juga menambahkan, setelah berhasil ditemukan jenasahnya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Batara Siang dengan menggunakan ambulans Puskesmas Ma'rang,” terangnya.

Dalam pemeriksaan di rumah sakit, diketahui Saharuddin mengalami sejumlah luka yaitu, luka lecet pada kelopak mata kanan, luka lecet pada kelopak mata kiri, luka lecet pada dahi kanan, luka lecet pada daun telinga kanan, luka lecet pada bibir atas, luka lecet pada bibir bawah, luka lecet pada leher bagian kiri, luka lecer pada telinga kiri, dan luka lecet pada paha kiri.

Sebelumnya, Saharuddin diduga pelaku pemarangan yang menewaskan korban Matius. Sore itu, Matius sedang makan bersama istri, dua anak dan cucunya di sebuah warung di Pangkep. Tiba-tiba, pelaku datang dengan mata melotot sambil menggenggam parang terhunus.

Anak korban sempat meminta tolong, namun tak ada yang berani mendekat. Korban bersama keluarganya lalu lari. Pelaku mengejar. Sayang, jalanan buntu. Korban lalu berbalik melawan. Dia mendorong pelaku hingga jatuh ke empang. Apes, korban juga terpeleset jatuh ke empang. Saat hendak naik ke pematang, pelaku datang dan memarangi serta menikam korban tiga kali. Itu disaksikan istri, anak dan cucu. Korban tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sedang pelaku kabur usai memarangi korban. Dia tewas tenggelam setelah melompat ke sungai.

Penulis: Maulana

#Pangkep #Pemarangan