Redaksi
Redaksi

Kamis, 28 Oktober 2021 11:10

Andi Rahim saat menjadi pembicara Sumpah Pemuda.
Andi Rahim saat menjadi pembicara Sumpah Pemuda.

Malam Sumpah Pemuda, Andi Rahim Dialog Bareng Mahasiswa Lutra di Sekret KNPI Makassar

Andi Rahim jadi pembicara pada malam hari Sumpah Pemuda bersama KNPI Kota Makassar.

MAKASSAR, BUKAMATA - Tokoh pemuda Luwu Raya, Andi Abdullah Rahim, mengungkapkan keberhasilan daerah maupun bangsa pada masa mendatang berada di tangan pemuda. Terlebih, menghadapi bonus demografi pada tahun 2030, dimana kunci keberhasilannya adalah sukses tidaknya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi pelanjut.

"Peluang bonus demografi harus bisa dimanfaatkan untuk akselerasi kemajuan daerah dan bangsa. Nah, kunci keberhasilannya adalah pembangunan pemuda," kata Andi Rahim, yang didaulat sebagai narasumber pada dialog Persatuan Mahasiswa Indonesia Luwu Utara (Pemilar) di Pelataran Parkir KNPI Makassar, Rabu (27/10) malam.

Bazar dan dialog diselenggarakan dalam rangka menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10). Olehnya itu, tema yang diangkat pun selaras yakni 'Eksistensi Pemuda Pemudi dalam Pembangunan Daerah. Adapun narasumbernya, selain Andi Rahim yakni Ketua KNPI Makassar, Hasrul Kaharuddin, dan Koordinator Stafsus Plt Gubernur Sulsel, Rendra Darwis.

Andi Rahim mengimbuhkan bila Indonesia gagal memanfaatkan peluang bonus demografi, maka yang terjadi adalah permasalahan besar. Olehnya itu, sedari dini harus direncanakan dengan matang, dimana pemuda menjadi sosok sentral yang amat mempengaruhi keberhasilan Indonesia dalam menyongsong bonus demografi.

"Kalau gagal, ya tentu masalah yang harus dihadapi bersama. Makanya, para pemuda harus sadar dan memahami kondisi ini, ayo dari sekarang persiapkan diri menjadi pribadi yang berdaya saing, punya skill mumpuni. Wahai pemuda, jadilah bonus demografi, bukan malah jadi beban demografi," pesan Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Lutra itu.

Adapun yang dimaksud beban demografi adalah tatkala banyak pemuda tidak memiliki daya saing. Tidak mempunyai keterampilan untuk diserap dunia kerja atau membuka lapangan kerja. Jika itu terjadi, bonus demografi menjadi kerugian, bukan keuntungan bagi Indonesia. Untuk itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lutra itu mengajak pemuda mengasah dan mempertajam skillnya.

"Sekali lagi, Indonesia harus bisa memanfaatkan bonus demografi. Jepang itu habis anak mudanya, sekarang alami masalah, dimana anak mudanya lebih sedikit dari orang tua. Korea pun demikian. Nah, ini kesempatan bagi Indonesia, tapi syaratnya pemuda kita harus berdaya saing. Jadi, ayo mulai dari sekarang bekali diri dengan ilmu pendidikan dan skill yang mumpuni menyongsong bonus demografi," terang pengusaha nasional sukses itu.

Koordinator Stafsus Plt Gubernur Sulsel, Rendra Darwis, pada kesempatan itu memaparkan besarnya peran pemuda dalam mengisi pembangunan. Selain harus berdaya saing, ia mengingatkan hal yang tidak kalah penting dimiliki oleh pemuda adalah integritas.

"Pemuda harus bisa membangun karakter amanah dan tidak suka minta-minta jabatan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Makassar, Hasrul Kaharuddin, berpendapat bahwa pemuda harus ikut berperan dalam membangun daerah dan bangsa. Olehnya itu, generasi muda harus memiliki visi yang jelas dan tentunya berdaya saing. Ia juga berpesan agar pemuda tidak malah larut dalam kegiatan-kegiatan yang kurang berfaedah.

"Harus isi kegiatan dengan hal-hal positif dan bermanfaat. Jangan malah terlalu banyak di warkop tanpa tujuan yang jelas," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Andi Rahim

Berita Populer