Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Meski diakui pihak Bank Mandiri telah meminta maaf dengan alasan adanya kesamaan nama dengan nasabah lainnya, ia menilai menajemen Bank Mandiri tidak terkelola dengan baik. Dimana seharusnya sebelum pihak penagih melakukan tugasnya, harus mendapatkan surat perintah penagihan.
BULUKUMBA, BUKAMATA - Salah satu nasabah Bank Mandiri Bulukumba, Khamsa Halil, mengaku tidak nyaman dengan pelayanan yang diberikan bank tersebut. Pasalnya, ia mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari kolektor kredit Bank Mandiri, Taufan.
Deng Anca - sapaan akrab Khamsa Halil, mengatakan, Taufan melakukan penagihan kepada dirinya selaku debitur Bank Mandiri, untuk pembayaran angsuran Bulan Agustus. Padahal, iurannya telah diselesaikan. Cara Taufan menagih juga dinilainya tidak sopan.
"Saya sudah bayar bulan ini, ada buktinya. Yang membuat saya tidak nyaman, karena nada dan bahasa petugas yang menagih waktu dia telpon sangat menyinggung, seakan memaksa untuk bayar," kata Deng Anca, Sabtu, 28 Agustus 2021.
Ia membeberkan, kredit tersebut atas nama istrinya, namun konfirmasi pembayaran kredit Bank Mandiri melalui nomor handphonenya.
"Dia bilang, kalau tidak mau ditagih yah bayar. Ini membuat tidak nyaman. Artinya saya diposisi belum bayar. Itukan setiap tanggal 10 bulan berjalan, untuk Agustus ini saya selesaikan lebih awal di tanggal 4 lalu, eh malah ditagih dan katanya saya belum bayar," kesalnya.
Meski diakui pihak Bank Mandiri telah meminta maaf dengan alasan adanya kesamaan nama dengan nasabah lainnya, ia menilai menajemen Bank Mandiri tidak terkelola dengan baik. Dimana seharusnya sebelum pihak penagih melakukan tugasnya, harus mendapatkan surat perintah penagihan.
"Inikan mengindikasikan tidak adanya komunikasi yang baik didalam, katanya nama saya sama, tapi kan nomor handphone pasti beda, alamat beda. Saya malah curiga ada motif lain dibalik ini," ucapnya.
Ia curiga, petugas penagih berinisiatif sendiri melakukan penagihan ke nasabah, tanpa melihat riwayat kredit dan koordinasi kepada petugas sistem.
"Untung ada bukti saya simpan. Jadi kalau tidak ada bagaimana? Intinya saya merasa dirugikan dan dibuat tidak nyaman oleh oknum petugas Bank Mandiri," tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Taufan mengakui jika ada miskomunikasi karena kesamaan nama yang disimpan di kontak ponselnya. Menurutnya, kredit nasabah yang bersangkutan pernah mengalami keterlambatan sebelumnya, namun kini sudah lancar kembali.
"Miskomunikasi ini, tapi sudah minta maaf dan mengaku salah. Sebelumnya pernah terlambat, dari situ saya save nama kontaknya, nasabah menunggak," jelas Taufan. (*)
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50