Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Seorang dokter di Bulukumba, meninggal usia vaksin. Saudaranya menceritakan kronologi meninggalnya almarhumah.
BULUKUMBA, BUKAMATA - Keluarga almarhumah dr Andi Yuswardani, SpKJ., M.Kes, menerima meninggalnya almarhumah sebagai takdir. Almarhumah adalah dokter di RSUD Sulthan Daeng Radja Bulukumba.
Adik kandung almarhumah, dr Andi Suswani, SKM, M.Kes mengatakan, memang almarhumah meninggal pada hari ketiga pasca vaksin ketiga. Namun kata dia, ada faktor yang memperberat efek samping pasca vaksin, di mana seharusnya almarhumah saat itu beristirahat beberapa hari. Akan tetapi almarhumah tetap memaksa untuk bekerja seperti biasa.
Andi Suswani memaparkan, informasi yang mengatakan almarhumah sedang mencuci dalam keadaan sehat juga benar.
Pada Senin, 16 Agustus 2021, sebelum kejadian, almarhumah izin tidak ke rumah sakit karena lagi kurang sehat .
Tiga hari kemudian, tepatnya Kamis, 19 Agustus 2021, sempat masuk poli tapi cepat pulang karena kurang enak badan.
Besoknya, Jumat, 20 Agustus 2021, setelah memeriksa pasien, almarhumah menuju ruang vaksin lantai 3. Saat skrining tensi awal 187 mmHg, almarhumah beristirahat sejenak dan di tensi kembali 176 mmHg. Almarhumah memutuskan tetap vaksin meskipun sudah dianjurkan oleh petugas untuk
menunda dulu. Setelah observasi pasca vaksin 15 menit, almarhumah pulang dengan kondisi yang sehat.
Sepulang kantor di hari Jumat, almarhumah sempat bertemu saudaranya dan mengabarkan kalau hari ini sudah divaksin.
Sabtu pagi, 21 Agustus 2021, Andi Suswani bilang, almarhumah tetap ke rumah sakit Jeneponto untuk poli, dan melayani 40 pasien pada hari itu.
Sabtu malam, sempat menyampaikan di grup WhatsApp saudara, kalau almarhumah tidak demam tapi perasaannya tidak enak.
"Tetapi pesan pesan almarhumah untuk kami saudaranya di Sabtu malam itu sangat banyak," ucap Andi Suswani.
Pada Minggu pagi, 22 Agustus 2021, saat ditanya oleh saudaranya tentang kondisinya, almarhumah menyampaikan bahwa ia baik-baik saja.
Minggu pagi sekitar pukul 07.00 Wita, almarhumah masih sempat ngobrol dengan ayahnya, kemudian melanjutkan aktivitas mencuci baju sambil ngobrol dengan ibunya.
"Di situlah almarhumah pingsan dan mengembuskan nafas terakhir d kamar almarhumah," jelas Andi Suswani.
Andi Suswani juga menambahkan, almarhumah memang memiliki komorbid atau penyakit bawaan. Sejak dulu, tensinya selalu di atas 140 mmHg.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33