Redaksi
Redaksi

Rabu, 25 Agustus 2021 12:19

Ucapan duka untuk almarhumah.
Ucapan duka untuk almarhumah.

Dokter Wanita di Bulukumba Meninggal Usai Vaksin Ketiga

Seorang dokter di Bulukumba meninggal usai vaksin ketiga. IDI Sulsel menunggu hasil investigasi dari Komite Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

BULUKUMBA, BUKAMATA - Beredar di media sosial, seorang dokter wanita di Bulukumba meninggal usai diberi suntikan vaksin Covid-19 untuk dosis tiga. Almarhumah bernama dr Andi Yuswardani Makmur, SpKJ., M.Kes.

Dokter yang bertugas di RSUD Sulthan Daeng Raja Bulukumba itu, meninggal pada Minggu, 22 Agustus 2021 lalu. Sebelum meninggal, seperti biasa masih melakukan aktivitas mencuci baju dan berbincang dengan orangtuanya. Tak lama setelahnya, Dokter Yus oleng, terjatuh, dan kemudian meninggal.

Dokter kelahiran 1 Juni 1974 ini, mengembuskan napas terakhirnya di kediamannya, di Kapas, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel, Ichsan Mustari membenarkan meninggalnya dokter sepesialis jiwa tersebut. Namun, pihaknya masih melakukan kajian atas penyebab meninggalnya dokter itu.

Menurut Ichsan, pihaknya menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) tingkat kabupaten dan Provinsi.

"Saya kira saat ini tim KIPI melakukan investigasi tentu, karena begitu memang prosedurnya kalau ada dugaan itu tim KIPI Kabupaten dan KIPI Provinsi melakukan investigasi," ujar Ichsan.

Pihak KIPI lanjut dia, akan menelusuri soal apakah benar meninggalnya Andi Yuswardani usai mendapatkan vaksinasi ketiga, dan apakah penyebab meninggalnya bagian dari efek vaksinasi.

"Melihat sejauh ini mana kejadian itu. Artinya kita kan mesti cari dulu, investigasi. Sejak awal vaksinasi, telah dibentuk tim kejadian awal. Rekomendasi-rekomendasi akan diberikan karena kita tahu sendiri vaksinasi Covid kan vaksinasi pertama kali, tentu juga kejadian yang seperti itu tetap menjadi analisis tim melihatnya," terang dia.

Kepergian Dokter Yus meninggalkan duka mendalam bagi sejawatnya. Direktur RSUD Bulukumba, dr H Rizal Ridwan Dappi Sp.OG (K), M,Kes menyebutkan, Dokter Yus merupakan orang yang disiplin dan pekerja keras.

Sejak bergabung di RSUD Bulukumba 2016 lalu, Dokter Yus lanjut dr Rizal, banyak menyumbangkan pikiran dan sarannya untuk kemajuan rumah sakit. Salah satunya, saat proses akreditasi.

"Almarhumah tak pernah melupakan kewajibannya sebagai seorang dokter. Beliau orang baik," tambah dr Rizal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Dokter Meninggal

Berita Populer