Muh. Taufik
Muh. Taufik

Jumat, 30 Juli 2021 17:22

Pahami dan Manfaatkan Aplikasi Digital untuk Mendukung Belajar Online

Pahami dan Manfaatkan Aplikasi Digital untuk Mendukung Belajar Online

Segala aktivitas di internet sudah dipastikan terekam dalam jejak digital.

MOROWALI, BUKAMATA – Kolaborasi ketiga lembaga, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, mengadakan Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual pada 30 Juli 2021 di Morowali, Sulawesi Tengah. Adapun tema yang dibahas adalah “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”.

Program kali ini menghadirkan 622 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Vice President Satu Tampa, Lady Grace Jane Giroth M.Si; Guru Sosiologi, Yenti Dwi Rositasari M.Si; Jurnalis sekaligus Fact Checker, Donald Caniago; dan Influencer, Lois Merry Tangel. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Noni Arnee selaku jurnalis sekaligus Dosen Komunikasi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Lady Giroth yang membawakan tema “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”. Menurut dia, banyak sekali aplikasi yang dapat dimanfaatkan dalam penyampaian materi pelajaran, antara lain melalui pesan grup Whatsapp atau Telegram, Google Docs atau Jumboard untuk berkolaborasi, Zoom atau Skype untuk pembelajaran tatap muka, serta berupa siaran langsung melalui YouTube dan Facebook. "Untuk mempermudah pembelajaran banyak digunakan aplikasi pendukung seperti Moodle, atau ada juga Canva dan Google Classroom," ujar Dosen Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) ini.

Berikutnya, Lois Merry Tangel menyampaikan materi berjudul “Upaya Mencegah, Mendeteksi, dan Menyikapi Cyberbullying”. Ia mengatakan, orang tua harus memahami makna cyberbullying, yakni penyalahgunaan internet untuk melecehkan, mengancam, mempermalukan, dan mengejek orang lain. Semua orang, termasuk anak, berpotensi menjadi pelaku perundungan lantaran posisi yang sama di dunia digital. "Kebebasan berekspresi dalam menggunakan media sosial bukan berarti kebebasan mem-bully," jelas Putri Pariwisata Indonesia 2016 ini.

Sebagai pemateri ketiga, Yenti Dwi Rositasari membawakan tema tentang “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Peserta Didik di Era Digital”. Menurut dia, kiat-kiat berikut dapat diterapkan siswa dan dibantu orang tua di rumah agar pelaksanaan kelas virtual tidak membosankan. Kiat itu adalah membuat rencana belajar, buatlah jadwal untuk melakukan kelas online, tepat waktu dalam mengerjakan tugas, jaga konsentrasi ketika menyimak materi dari guru, biasakan mencatat poin penting pelajaran, siapkan ruang belajar yang sepi dan nyaman, serta buat suasana nyaman dengan menyediakan makanan ringan dan sambil mendengar musik klasik.

Adapun Donald Caniago, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-Anak di Dunia Maya”. Ia mengatakan, segala aktivitas di internet sudah dipastikan terekam dalam jejak digital. Sehingga, orang tua harus melindungi wilayah privasi anak agar tidak dapat dimanfaatkan untuk hal yang membahayakan. "Jangan sampai informasi yang bersifat pribadi dipublikasikan di media sosial, penipuan seperti pinjaman atau meminta mengirim sejumlah uang, akan memanfaatkan data ini," jelasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Implementasi belajar daring sudah berjalan, tapi sekarang muncul keluhan karena banyaknya tugas dan kuota yang mahal,” tanya Dewi Santi yang merupakan salah satu peserta dari kegiatan Literasi Digital di Morowali. Menurut Lady Giroth, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mendampingi anak-anak agar bisa mengerjakan tugas dengan baik.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

#Menkominfo #Dyandra Promosindo

Berita Populer