MAKASSAR, BUKAMATA - Haidir Ali meregang nyawa. Sabetan parang, tusukan tombak dan pukulan balok kayu, telah mengakhiri hidup pria asal Jl Mongisidi Baru, Makassar, Sulsel itu. Pembunuhnya bukan orang lain. Mereka adalah sepupu, tante dan kakeknya.
Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando mengatakan, peristiwanya Selasa, 20 Juli 2021. Awalnya, korban Haidir Ali, terlibat cekcok dengan sepupunya bernama Arjun (25). Mereka kemudian bertemu di jembatan Mongisidi, Jl Mongisidi Baru, Makassar, sekira pukul 19.00 Wita.
Pelaku Arjun saat itu membawa parang. Lalu menebas perut dan lengan Haidir. Usai itu, Arjun kabur. Haidir sempat pulang ke rumahnya. Kemudian, sekira pukul 20.00 Wita, dia ke rumah Arjun. Dia bermaksud mencari Arjun untuk membuat perhitungan.
Baca Juga :
Namun, dia tak mendapati Arjun. Dia hanya mendapati Anti (43) yang merupakan ibu Arjun. Haidir dan tantenya itu terlibat cekcok. Keduanya berdebat, hingga Haidir melempari tantenya dengan batu.
Dandi (23), adik Arjun melihat ibunya dilempari batu, merasa geram. Dia lalu masuk ke dalam rumah dan mengambil tombak. Tak berselang lama, dia ke arah Haidir dan menusuk korban di bagian perut.
Kakek Dandi bernama Dg Ngerang (65), lalu mencabut tombak dari perut korban. Bukannya menolong, malah sang kakek ikut menusuk korban pada bagian tangan. Giliran Anti. Dia menarik korban Haidir. Juga bukan untuk menolong, Anti malah menghantamkan balok kayu ke leher dan kepala keponakannya itu.
Penganiayaan berhenti saat warga sekitar melerai. Warga lalu membawa korban ke rumah sakit. "(Korban) tidak (meninggal di TKP), korban meninggal pada saat perjalanan pertolongan ke rumah sakit," ungkap AKP Lando.
Para pelaku telah dibekuk tim gabungan dari Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Opsnal Polsek Makassar di berbagai lokasi. Dan diamankan di Mapolsek Makassar. Juga bersama barang bukti, tombak dan parang yang digunakan pelaku menghabisi nyawa korban.
Penulis: Maulana