Aswad Syam
Aswad Syam

Selasa, 13 Juli 2021 11:32

Kuasa Hukum Hijriani, Adi Puto
Kuasa Hukum Hijriani, Adi Puto

Makin Panas, Kasus Arisan Online di Bulukumba Saling Tuding Penipu

Kasus dugaan penipuan arisan online di Bulukumba makin melebar. Membawa-bawa institusi istri-istri prajurit.

BULUKUMBA, BUKAMATA - Kasus arisan online di Bulukumba yang melibatkan belasan emak-emak, kian runyam. Itu setelah MU dan Hijriani saling tuding.

MU yang tidak terima dengan tudingan Hijriani, karena melibatkan nama Persit dan Institusi TNI, mengancam membuat laporan balik dengan tudingan pencemaran nama baik.

MU juga membantah jika dirinya terlibat langsung pada kasus penipuan jual beli arisan online itu. Bahkan menurutnya, Hijriani yang meskinya bertanggung jawab atas membernya, pasalnya perekrutan member itu tak diketahui lebih awal oleh MU.

Hijriani yang melaporkan MU kepada Satres Polres Bulukumba, juga menuding MU melarikan diri ke luar daerah. Pernyataan itu pun diklarifikasi oleh MU, jika dirinya tak melarikan diri, namun harus ikut suaminya ke Samarinda karena urusan kedinasan di institusi TNI.

Lalu, bagaimana tanggapan Hijriani soal ancaman MU untuk membuat laporan balik ke Mapolres Bulukumba?

Melalui kuasa Hukumnya, Adi Puto Palasa kepada bukamatanews.com mengungkap, laporan MU tentang pencemaran nama baik organisasi Persit, itu sangat keliru jika atas nama organisasi Persit yang akan melapor.

Sebab menurutnya, dirinya tidak menyebut organisasi Persit melainkan oknum Persit atas nama MU yang banyak merugikan orang.

"Kami sangat menanti kedatangan Musdalifah di Kabupaten Bulukumba dengan puluhan korban dan saksi-saksi yang siap menyambutnya nanti, jika hendak akan melapor balik tentang pencemaran nama baik," ujar Adi Puto melalui pesan WahtasApp.

Adi Puto mengaku, selain Hijriani selaku korban dari MU, masih ada beberapa korban lainnya, juga akan membuat Laporan Polisi (LP) atas kasus yang sama.

"Masih ada puluhan korban lainya dan berdasarkan konfirmasi dari mereka beberapa di antaranya akan melakukan pelaporan juga. Kita tunggu saja, kapan mereka akan melapor," ungkapnya.

Adi Puto juga menuding, MU melakukan bujuk rayu terhadap beberapa member arisan online, agar tak tak membuat Laporan Polisi. Namun jika tetap dilakukan, maka akan dilaporkan balik.

"Terdengar di telinga Musdalifah bahwa banyak lagi korban yang akan melapor tentang dirinya. Sehingga Musdalifah menghubungi satu per satu korbannya melalui pesan Whatsapp dengan metode bujuk rayu. Jika korbannya tidak termakan dengan rayuan Musdalifah, maka langkahnya menakut-nakuti korban akan dilapor balik jika ia melapor," tambah Adi.

Penulis: Rey Yudhistira

#Penipuan #Arisan Online

Berita Populer