Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Jumat, 09 Juli 2021 15:53

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dilapor karena Dituding Tilep Uang Arisan Online, Wanita di Bulukumba Ancam Balik Pelapor

MU menjelaskan, pada Juni 2020 lalu, ia belum resmi menjadi anggota persit dan belum menjadi istri seorang TNI.

BULUKUMBA, BUKAMATA - Kasus arisan onlie yang dilaporkan oleh Hijriani ke Polres Bulukumba pekan lalu, berbuntut panjang. Padahal, kasus ini telah lama bergulir. Sejak Juni 2020 lalu.

Hijriani yang melaporkan MU kepada polisi karena merasa tertipu dan merugikan dirinya puluhan juta tak diterima oleh pihak terlapor MU.

MU kepada Bukamatanews mengklarifikasi tudingan tersebut. Katanya, Hijriani menyebar informasi yang tidak benar ke publik, terlebih melibatkan institusi TNi dan organisasi Persit.

MU menjelaskan, pada Juni 2020 lalu, ia belum resmi menjadi anggota persit dan belum menjadi istri seorang TNI, sehingga Hijriani yang melibatkan institusi TNI dan organisasi Persit, adalah pencemaran nama baik terhadap lembaga negara.

"Saat aarisn online ini berjalan, saya belum menjadi naggota Persit, dan belum menikah. Sehingga melibatkan isntitusi dan organisasi ini adalah pencemaran nama baik lembaga negara. Tentu ini tidak boleh dibiarkan, dan kami akan melaporkan balik Hijriani ke Polres Bulukumba," Kata MU melalui sambungan teleponnya, Kamis (8/7/2021).

MU juga membantah jika dirinya melakukan penipuan terhadap Hijriani. Ia membeberkan, justru Hijriani lah yang bersembunyi dibalik kasusu ini. MU membuktikan dengan sebuah hasil tangkap layar postingan warganet di media sosial.

Pada postingan itu,disertakan foto KTP Hijriani, dan beberapa catatan, jika Hijriani dalam pencarian seseorang karena dituding menipu dan merugikan hingga ratusan juta rupiah. Hanya saja, postingan itu tak menyertakan tanggal unggahan. Postingan tersebut diambil dari status media sosial bernama niaaries**.

"Justru dia yang menipun orang lain karena uang arisan yang dikelolahnya sendiri. Tetapi mengaitkan saya padahal, member yang ia kelolah di luar dari kesepakatan awal saya," Kata MU.

Kata MU, arisan online ini bermula saat dirinya mengunggah sebuah postingan di Facebook pribadinya, jika ada seorang sahabatnya yang sedang membutuhkan unag dan berniat menjual arisannya dengan harga yang lebih murah. Dari arisan Rp2 Juta perbulan, hanya dijual seharga Rp1 juta.

Hijriani yang melihat postingan itu, akhirnya menghubungi MU melalui pesan pribadi di Facebook, dan berlanjut ke WhatsApp. Dari situ transaksi beli lot arisan pun terjadi.

Belakangan berjalannya waktu, kata MU, Hijriani merekrut member baru, melakukan transaksi jual beli arisan melalui MU, namun tanpa sepengetahuan MU. Karena enggan saling merugikan, akhirnya berjalan.

"Karen dia rekrut member juga, akhirnya saya harus mengeluarkan uang pribadi untuk membeyar membernya Hijriani. Dana saya habis Rp30 Juta," katanya.

Mengenai tudingan Hijriani jika melarikan diri, MU membantah hal itu. Justru ia mengaku telah melakukan pembayaran terhadap member Hijriani secara langsung tanpa harus melalui Hijriani. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan.

"Saya tidak kabur. Saya harus ikut suami ke Samarinda dan ini wajib. Lagian, saya juga beberapa kali menghubungi Hijriani, tapi tidak terjawab," Kata MU.

Kasus arisan online ini kata MU, telah ditangani oleh POM Sulsel, dan dirinya telah dilakukan pemanggilan pemeriksaan bebebrapa waktu lalu. MU menjaleskan, jika kasus ini tak membuktikan dirinya melakukan penipuan, pasalnya ia memiliki bukti trasfer uang ke member Hijriani berjumlah puluhan juta rupih.

Alur transaksi uang arisan ini terbilang rumit, pasalnya dari pemilik arisan dan pembeli arisan melakukan transaksi melalui perantara, dan mereka saling mendapatkan keuntungan. Sehingga kecurangan, rawan terjadi.

 

Penulis: Rey Yudistira

#Penipuan #Arisan Online