Ulfa : Jumat, 02 Juli 2021 17:21
Penyerahan bantuan wakaf modal usaha secara simbolik di Nipah Mall (2/7/2021).

MAKASSAR, BUKAMATA - Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (ACT) resmi menghadirkan Wakaf UMKM di Sulawesi Selatan. Tujuannya tak lain ini untuk membantu pemulihan perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan wakaf modal usaha secara simbolik dari Direktur ACT Regional Indonesia Timur, Syahrul Mubaraq bersama Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan UMKM Sulsel, Zainuddin kepada 1.000 UMKM di Sulawesi Selatan yang digelar di Nipah Mall, Kota Makassar, (2/7/2021).

Direktur ACT Regional Indonesia Timur, Syahrul Mubaraq mengatakan bahwa wakaf begitu dasyat dalam meberikan solusi kepada masyarakat. Untuk itu, Global Wakaf-ACT menyalurkan dana yang dikelolanya untuk memperbaiki kondisi masyarakat lewat sektor-sektor produktif dan pemberdayaan di tengah pandemi Covid-19.

"Kami menganggap bahwa selain masalah kesehatan, masalah ekonomi juga sangat dirasakan masyarakat, terutama mereka pelaku UMKM. Sehingga hari ini, atas kepercayaan masyarakat kita meluncurkan program Wakaf UMKM," kata Syahrul Mubaraq dalam sambutannya.

Kata dia, ACT per hari ini sudah menyalurkan bantuan UMKM kepada 9.039 penerima manfaat, dengan nilai kurang lebih 4.9 miliar. Itu dilakukan untuk memastikan agar usaha para pelaku UMKM tetap berjalan meski di tengah pandemi.

"Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa menjadi solusi bagi maysarakat kita. Kita harus saderi, masalah ekonomi di tengah pandemi bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, namun menjadi tanggung jawab kita bersama. Untuk itu mari salurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar Syahrul Mubaraq.

Syahrule menjelaskan, sejak berdiri 15 tahun lalu tepatnya pada tahun 2005, ACT tidak hanya bergerak dalam aksi kemanusiaan tapi juga hampir seluruh aspek sosial ekonomi, seperti zakat, infaq, sedekah, kurban, juga menjadi perhatian untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Makanya pada saat pandemi masuk ke Indonesia, di saat semua orang memutuskan berdiam diri di rumah masing-masing, namun kami di ACT melihat kalau tidak ada yang bergerak untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, maka pandemi ini tidak hanya akan menghilangkan satu dua nyawa, sehingga kami memutusukan untuk terus menerus menyalurkan bantuan," bebernya.