MAKASSAR, BUKAMATA - Jenazah Rian (20), sudah diambil keluarga tadi malam. Diiringi isak tangis keluarga, jenazah Rian dibawa ke rumah duka di Pallantikan, Kecamatan Sombaopu, Gowa, Sulsel.
Sebelum Rian dihabisi dan dibakar di Tompoladang, Mallawa, Maros pada Jumat, 11 Juni 2021 lalu, Rian terakhir kali pamit ke orang tuanya, hendak merayakan ulang tahun di Malino.
Itu diceritakan bibi korban, Rita. Pagi itu, Senin, 7 Juni 2021, Rian keluar dari rumah. Pada siang hari, sekira pukul 13.00 Wita, Rian sempat pulang ke rumah.
Kemudian, usai magrib, Rian mandi. Dia lalu meminta izin ke orang tuanya untuk pergi ke Malino bersama dua temannya. Dia mengaku hendak merayakan ulang tahunnya di daerah dingin itu.
"Katanya ada temannya mau jemput mau pergi ke Malino," ungkap Rita.
Saat itu kata Rita, Rian membawa pakaian ganti. Dia bersiap menginap beberapa malam untuk merayakan ulang tahunnya.
Usai bersiap, tak lama temannya datang. Kedua temannya itu mengaku akan bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Saya yang tanggung jawab kalau ada apa-apanya anakta," ujar salah satu teman yang menjemput Rian.
Mereka kemudian pergi mengendarai satu sepeda motor. Berboncengan tiga. Itu terakhir kalinya keluarga melihat Rian.
Selanjutnya, sebuah foto dan beredar luas. Ada pria yang tewas dengan jasad terbakar di Bukit Kemiri, Tompoladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Maros, Sulsel pada Jumat dini hari, 11 Juni 2021. Ditemukan seorang pemandu mobil truk.
Polisi awalnya kesulitan mengungkap identitas korban, karena jasad hangus terbakar. Lalu dilakukan rekosntruksi wajah, kemudian disebar. Berita itu sampai ke keluarga Rian. Senin pagi, 14 Juni 2021, ibu Rian datang ke Mapolres Maros. Dia melaporkan kehilangan anaknya. Dia membawa serta foto identitas putranya. Dicocokkan, ternyata identik dengan jasad yang ditemukan terbakar di Tompoladang.
"Ada 12 ciri yang identik," ujar Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Nico Ericson.
Lalu berdasar itu, Satreksrim Polres Maros dan Resmob Polda Sulsel, memburu dua orang yang menjemput korban pada Senin, 7 Juni 2021 lalu. Keduanya ditangkap di sebuah hotel di kawasan Pantai Losari Makassar. Diduga, di hotel itu korban dihabisi lalu jasadnya dibakar di Tompoladang, Maros.
"Diduga dibunuh di sebuah hotel di kawasan Pantai Losari, lalu dibawa ke TKP terakhir dan dibakar untuk menghilangkan jejak," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E. Zulpan.
Saat ini kata Kombes Zulpan, mereka tengah memburu pelaku lainnya. "Karenanya, kami belum bisa mengungkap peran masing-masing sampai seluruh pelaku tertangkap," ujar Kombes E. Zulpan.