MAKASSAR, BUKAMATA - Beberapa foto diposting akun Facebook Rahmat Bado. Dia mengaku sepupu Rian (20), pemuda yang diduga menjadi korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan terbakar di Bukit Kemiri, Tompoladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Maros.
Dalam foto itu, terlihat korban Rian sedang berfoto di depan Masjid Syekh Yusuf, Gowa. Juga ada beberapa foto suasana di rumah duka.
Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Nico Ericson Reinnold SIK mengatakan, usai menyebarkan rekonstruksi wajah korban, pada Senin, 14 Juni 2021, seorang ibu dari Kecamatan Sombaopu, Gowa, mendatangi Polres Maros. Dia melaporkan kehilangan putranya bernama Rian (20).
Sang ibu paruh baya itu juga membawa foto KTP putranya. Lalu dicocokkan. Ternyata kata AKP Nico, identik.
Kepada petugas, sang ibu mengaku anaknya pergi 6 hari lalu. Dia dijemput dua temannya, menggunakan sepeda motor.
Setelah penemuan korban tersebut, sang ibu mengaku menerima pesan dari ponsel putranya. Pesan itulah yang menjadi petunjuk polisi melakukan penelusuran terhadap pelaku. "Dua hari sebelum kejadian penemuan ini, ibu ini mendapat pesan WhatsApp dari anaknya yang dapat dijadikan petunjuk penelurusan kami," ungkapnya.
Menurut AKP Nico, dari foto yang dibawa ibu ini, bentuk gigi depan atas yang berlubang, menjadi satu ciri yang sesuai dengan hasil autopsi yang dilakukan Bidokkes. Perawakan Rian yang juga tinggi kurus, sangat mendekati profil korban.
Menurut AKP Nico, dari bukti pembanding yang diperoleh, didapatkan 12 titik sampel yang identik.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan mengatakan, saat ini ada dua pelaku yang ditangkap. Yang lainnya, masih dalam pengejaran.
"Tim Resmob Polda Sulsel sudah berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan mayat yang terbakar kemarin," ungkap Kombes E Zulpan, Selasa, 15 Juni 2021.
Menurut Kombes Zulpan, pelaku disinyalir lebih dari dua orang. Saat ini tengah dilakukan pendalaman untuk mengejar pelaku lainnya.
Sebelumnya, jasad pria ditemukan terbakar di Bukit Kemiri, Mallawa pada Jumat dini hari, 11 Juni 2021. Ditemukan seorang pemandu mobil truk bernama Dudi.
Saat itu, Dudi awalnya lalu lalang dan mengira itu adalah sampah yang dibakar. Namun setelah melintas untuk kedua kalinya, akhirnya Dudi memastikan kalau itu adalah jasad manusia.
Dudi kemudian melapor ke Polsek Mallawa. Petugas dari Polsek lalu bergegas ke lokasi, memasang garis polisi dan melakukan olah TKP. Hasil autopsi juga menunjukkan, korban dibunuh sebelum dibakar.