MAKASSAR, BUKAMATA - Kamis, 10 Juni 2021. Rian (20) dijemput di rumahnya di Pallantikan, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa. Dia dijemput oleh dua temannya menggunakan sepeda motor. Itu terakhir kalinya Rian dilihat oleh ibunya, sebelum kemudian jasadnya ditemukan terbakar di Bukit Kemiri, Tompoladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulsel.
Sudah enam hari Rian tak kembali. Sampai kemudian ibunya melihat berita, mayat seorang pemuda terbakar di Maros pada Minggu, 13 Juni 2021. Hatinya mulai tak enak. Dia lalu mengirim chat WA ke putranya. WA tersebut direspons dari ponsel putranya. Rupanya, itu dari pelaku pembunuhan. Seolah-olah dari korban.
Minggu itu juga, ibu korban melihat gambar rekonstruksi wajah korban pembakaran di Maros. Senin, 14 Juni 2021, pagi-pagi sekira pukul 06.00 Wita, sang ibu mendatangi Polres Maros. Dia membawa foto identitas putranya. Ternyata betul. Ciri-ciri korban identik dengan putranya.
Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Nico mengatakan, ada 12 ciri yang identik. Sambil menunggu hasil tes DNA keluarga dan korban, Polres Maros meyakini, korban adalah Rian. Mereka melakukan penyelidikan. Akhirnya, dua pelaku tertangkap. Pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Dari hasil penyidikan, kedua pelaku mengaku menghabisi korban di sebuah hotel di kawasan Pantai Losari, Kota Makassar. Itu dibeber Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E. Zulpan.
Diperkirakan, pelaku mengeksekusi korban pada Kamis malam, 10 Juni 2021. Lalu pada Jumat dini hari, 11 Juni 2021, dibawa ke Bukit Kemiri, Tompoladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Maros. Di situ, jasad korban dibakar untuk menghilangkan jejak.
Kemudian, para pelaku kata Kombes Zulpan, melarikan diri ke arah Bone. Di sebuah warung, para pelaku membersihkan diri. Kemudian, mereka kembali ke arah Makassar.
"Iya begitu, korban di bunuh di salah satu hotel kawasan Pantai Losari," ungkapnya.
Kombes Zulpan mengatakan, pelaku diduga merupakan sindikat penjualan anak di bawah umur. Saat ini sudah dua pelaku tertangkap. Polisi masih mengejar pelaku lainnya yang diduga bisa kabur lewat darat, laut dan udara.
Sebelumnya, pada Jumat dini hari, 11 Juni 2021, seorang pemandu mobil truk bernama Dudi, melihat ada benda terbakar. Awalnya dia mengira sampah. Nanti pada saat melintas lagi, dia memastikan itu adalah mayat. Dia lalu melapor ke Polsek Mallawa, Maros.