Aswad Syam
Aswad Syam

Sabtu, 12 Juni 2021 12:01

RD saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan pemerkosa istrinya.
RD saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan pemerkosa istrinya.

Bunuh Pemerkosa Istrinya, Pengumpul Barang Bekas Ini Terancam Hukuman Mati

Seorang pria pengumpul barang bekas terancam hukuman mati. Dia menghabisi nyawa pemerkosa istrinya yang tak lain adalah bosnya sendiri.

BENGKULU, BUKAMATA - LS (22) belakangan ini menjadi seorang yang pendiam. Dia depresi. Bos suaminya di usaha barang bekas, A, telah merudapaksa dirinya. Itu saat bulan puasa lalu. Ketika itu, sang suami, RD (23), sedang tak di rumah di Kepahiang, Bengkulu. Dia sedang mencari anjing untuk berburu.

Lalu, perbuatan terkutuk A terulang pada saat usai lebaran Idulfitri. A mengancam akan membunuh LS sekeluarga jika memberitahukan perbuatannya ke istri. Karena takut, LS memendam sendiri. Bahkan, A membujuk LS untuk menceraikan suaminya dan menikah dengan dirinya.

LS menjadi depresi, bahkan berpikir untuk bunuh diri. Nyaris saja. Untung diselamatkan oleh sang suami. Lantas, LS menceritakan perbuatan A kepada sang suami. Saat itu, RD memeluk istrinya. Meminta untuk bersabar. LS tak pernah menyangka kalau suaminya akan melakukan balas dendam.

Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Welliwanto menceritakan, RD mengajak bosnya, A untuk meminum minuman keras di rumahnya. Saat tengah minum, A sudah sangat mabuk.

Tiba-tiba, RD mengeluarkan pisau. Dia menikam A satu tusukan di kaki. A lalu berlari ke halaman. RD mengejar. Dia kembali menikamkan 13 tusukan. Tak berhenti di situ, RD mengambil sepeda motor, lalu melindas tubuh A yang sudah tak bernyawa, berulang kali menggunakan motor korban, lalu kabur.

Kasus terungkap saat adik korban mendapat informasi dari karyawan gudang barang bekas, bahwa A meninggal dunia. Adik korban langsung melaporkan peristiwa pembunuhan tersebut ke polisi.

Menanggapi laporan itu, tim Satreskrim Polres Kepahiang kemudian menangkap tersangka di rumah salah seorang warga.

Kini RD telah resmi menjadi tersangka dan terjerat Pasal 340 jo Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

#Pembunuhan #Pemerkosaan