Ririn
Ririn

Rabu, 26 Mei 2021 11:34

Int
Int

AS Peringati Satu Tahun Pembunuhan George Floyd

Anggota keluarga Floyd bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih

BUKAMATA - Orang-orang di Amerika Serikat memperingati satu tahun pembunuhan pria kulit hitam George Floyd, yang kematiannya memicu kemarahan global.

Pada hari Selasa, demonstrasi berlangsung di kota-kota di seluruh AS. Di New York City, Walikota Bill de Blasio bergabung dengan aktivis hak-hak sipil Rev Al Sharpton berlutut dalam diam selama sembilan menit dan 29 detik, sesuai waktu Chauvin berlutut di leher Floyd.

Para demonstran juga berkumpul untuk memprotes Black Lives Matter di dekat Balai Kota di Los Angeles.

Dan di Minneapolis, banyak orang berkumpul di persimpangan tempat Floyd menghembuskan napas terakhirnya, yang telah diubah menjadi situs peringatan.

Selain di AS, ada juga peringatan di luar negeri. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan kepada wartawan bahwa kematian George Floyd adalah "tragedi" dan berjanji untuk mengambil lebih banyak tindakan di Kanada untuk mengatasi rasisme.

Aksi demonstrasi juga berlangsung di kota-kota di Inggris, termasuk Birmingham, Edinburgh, London, Manchester dan Swansea.

Sementara itu, anggota keluarga Floyd bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih. Saudaranya, Terrence, menyebut pertemuan itu suatu kehormatan.

"Saya merasa itu percakapan yang sangat produktif dan saya bersyukur untuk itu," katanya.

Bulan lalu, petugas polisi Derek Chauvin divonis atas pembunuhan tersebut dan menghadapi hukuman 40 tahun penjara.

Dewan juri federal juga mendakwa tiga mantan petugas polisi lainnya, yaitu Alexander Keung, Thomas Lane dan Tou Thao, karena melanggar hak sipil George Floyd.

Sementara itu, tim pembela Chauvin telah meminta persidangan baru, menuduh jaksa dan hakim melakukan pelanggaran. Mantan perwira itu akan dijatuhi hukuman bulan depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#George Floyd

Berita Populer