Ririn
Ririn

Rabu, 21 April 2021 20:52

Gadis Remaja Berkulit Hitam Ditembak Mati oleh Polisi di Columbus

Gadis Remaja Berkulit Hitam Ditembak Mati oleh Polisi di Columbus

Polisi melepaskan tembakan saat merespon laporan tentang insiden penyerangan dengan pisau.

BUKAMATA - Seorang gadis remaja berkulit hitam tewas usai ditembak oleh polisi di Columbus, tepat ketika persidangan atas pembunuhan George Floyd berlangsung.

Surat kabar Columbus Dispatch melaporkan bahwa penembakan itu terjadi sekitar pukul 16.45 waktu setempat pada hari Selasa.

Menurut laporan, polisi melepaskan tembakan saat merespon laporan tentang insiden penyerangan dengan pisau.

Penelepon 911 melaporkan bahwa seorang wanita mencoba menikam mereka sebelum menutup telepon.

Rekaman bodycam dari insiden tersebut menunjukkan seseorang mengayunkan pisau, lalu tiba-tiba jatuh ke tanah, ketika terkena tembakan.

Pisau bergagang hitam yang menyerupai pisau dapur atau pisau steak tampak tergeletak di trotoar di sampingnya segera setelah dia ditembak.

Remaja itu diidentifikasi sebagai Ma’Khia Bryant. Dia sempat dibawa ke rumah sakit, di mana dia dinyatakan meninggal.

"Undang-undang negara bagian mengizinkan polisi untuk menggunakan kekuatan mematikan untuk melindungi diri mereka sendiri atau orang lain, dan penyelidik akan menentukan apakah penembakan ini adalah contoh seperti itu," kata Kepala Polisi Sementara Michael Woods pada konferensi pers.

Walikota Columbus, Andrew Ginther mengatakan bahwa rekaman tersebut memberikan transparansi pada insiden tersebut dan sangat penting untuk merilisnya pada saat itu.

“Ini adalah hari yang tragis di kota Columbus. Ini situasi yang mengerikan dan memilukan," tweet Ginther.

Laporan mengatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan, dan para pejabat mendesak penduduk setempat untuk tetap tenang.

Namun pada Selasa malam, kerumunan telah berkumpul Selasa malam di tempat kejadian di Legion Lane.

Banyak juga yang berdatangan di markas besar polisi kota untuk memprotes. Mereka berusaha melewati penghalang polisi di luar markas.

Banykan yang berteriak, "dia masih kecil," mengingat korban masih berusia 16 tahun.

Penembakan itu terjadi tepat sebelum putusan dalam sidang pembunuhan George Floyd diumumkan, di mana mantan polisi Derek Chauvin dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan.

Pembunuhan Floyd telah memicu protes di seluruh dunia terhadap rasisme sistemik dan penggunaan kekerasan yang berlebihan oleh polisi.

#Penembakan #George Floyd