Redaksi
Redaksi

Sabtu, 15 Mei 2021 11:27

Ilustrasi pembunuh.
Ilustrasi pembunuh.

Malam Lebaran, Tuan Rumah Habisi Penagih Utang dengan Golok dan Samurai

Seorang pria Sukabumi, membantai dua tamunya. Salah seorang tewas di ruang tamu.

SUKABUMI, BUKAMATA - Malam lebaran. Takbir masih menggema di Kampung Cikiwul, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Buka puasa terakhir baru saja usai, ketika dua pria mendatangi sebuah rumah.

Mereka disambut tuan rumah, Tunggul Rahayu Purba (24). Dua pria itu adalah Edi Hermawan (40) dan Dariansyah (32). Mereka tenaga honorer di Sukabumi.

Mereka datang menagih utang. Almarhum ayah Tunggul, pernah menjanjikan akan mengurus mereka jadi PNS. Tapi mereka harus menyerahkan sejumlah uang. Total uang yang diserahkan ada Rp63 juta.

Tapi mereka tak kunjung jadi PNS hingga ayah Tunggul meninggal. Mereka pun menagih uang itu kembali. Tunggul sempat memberitahu ibunya di dapur, bahwa ada yang datang menagih utang.

Tunggul kembali ke ruang tamu. Namun saat itu, dia tersinggung dengan perkataan salah satu tamunya. Tunggul lalu mengambil samurai, golok dan pisau dapur. Senjata tajam itu lalu dipakai membantai tamunya.

Edi Hermawan langsung tewas bersimbah darah di ruang tamu. Dariansyah juga kena sabetan senjata tajam. Dia lalu keluar sambil berteriak minta tolong. Warga lalu ke lokasi dan melihat jasad Edi.

Pelaku, Tunggul sudah melarikan diri. Dia bersembunyi di hutan. Dalam waktu singkat, polisi berhasil menangkap Tunggul. Pria yang berstatus mahasiswa itu diketahui bersembunyi di hutan usai melakukan aksi sadisnya kepada korban.

"Pelaku atas nama Tunggul Rahayu Purba ditangkap di area hutan, Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, setelah dilakukan pengejaran serta penyisiran oleh tim gabungan anggota polsek dan Unit Jatanras Polres Sukabumi. Pelaku melarikan diri dari TKP pada malam takbiran lalu," kata Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif.

Pada malam kejadian, pelaku ini bercerita kepada ibunya soal kedatangan dua orang yang menagih utang almarhum ayahnya sebesar Rp63 juta.

"Tidak lama terjadi keributan itu, ibu pelaku menyaksikan anaknya memegang senjata tajam dan menghabisi korban. Setelah itu, pelaku melarikan diri," tutur AKBP Lukman menambahkan.

Bersama pelaku, turut diamankan barang bukti berupa tiga senjata tajam, juga dua kuitansi pembayaran uang pelicin dari korban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pembunuhan

Berita Populer