Redaksi
Redaksi

Kamis, 15 April 2021 14:44

Ilustrasi Densus
Ilustrasi Densus

Serang Petugas dengan Parang, Begini Kronologi Tembak Mati Terduga Teroris di Biringkanaya

Terduga teroris itu roboh. Peluru menembus tubuhnya. Dia terpaksa ditembak setelah hendak menyerang petugas dengan parang.

MAKASSAR, BUKAMATA - Kamis, 15 April 2021. Petugas dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, merangsek hendak mengamankan MT di rumahnya di Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Namun, terduga teroris itu menyerang petugas dengan parang. Terpaksa, petugas Densus mengambil tindakan tegas dan terukur. Peluru tajam ditembakkan ke tubuh MT (49).

Terduga teroris yang terkait dengan bomber di depan Gereja Katedral Makassar  itu pun, roboh bersimbah darah.

"Saat akan dijemput, (MT) melakukan perlawanan dan menyerang petugas hingga diambil tindakan tegas terukur," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan, Kamis (15/4/2021).

MT kata Kombes Zulpan, ikut bergabung mengikuti kajian di Vila Mutiara, Makassar yang dipimpin Risaldi, terduga teroris kelompok JAD yang ditembak mati di Vila Mutiara, 6 Januari 2021 lalu.

Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil menyita sejumlah senjata tajam jenis parang. Termasuk yang digunakan pelaku menyerang polisi.

Pasca ledakan bom bunuh diri di depan Gereka Katedral Makassar, Minggu, 28 Maret 2021 lalu, Densus 88 terus melakukan penggerebekan. Sudah ada 31 terduga teroris diamankan terkait aksi bomber pasangan suami istri Lukman dan Yogi Sahfitri Fortuna. Pada penangkapan terakhir kemarin, ada senapan angin dan ponsel berisi percakapan rencana aksi teror yang disita petugas.

"Perannya (mereka yang diamankan) memberikan motivasi, kemudian membantu survei lokasi kemudian, ada juga membantu merakit bom. Jadi semuanya punya peran," ujar Kombes Zulpan.

Turut diamankan bahan peledak dalam jumlah besar. Sebanyak 2 Kg sudah digunakan untuk merakit bom bunuh diri yang digunakan Lukman dan istrinya Yogi Sahfitri Fortuna di depan Gereja Katedral Makassar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Densus 88 #Teroris