Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Seorang mantan teroris Sofyan Tsauri membeber rencana meledakkan istana negara pakai roket.
JAKARTA, BUKAMATA - Sofyan Tsauri adalah mantan teroris. Dia ditangkap Densus 88 di Narogong, Bekasi, pada 2010 karena keterlibatannya dengan terorisme. Sofyan Tsauri ditangkap dan dihukum penjara 10 tahun. "Alhamdulillah ditahan di Lapas Cipinang," katanya.
Sebelumnya, Sofyan adalah anggota Polri. Namun dipecat karena poligami. Dia lalu bergabung dengan Al-Qaeda dan melakukan cuci otak di Aceh.
Dia menyebut, bekas anak buahnya yang menjual senjata airgun kepada Zakiah Aini, wanita muda yang melakukan aksi penyerangan di Mabes Polri, sebelum kemudian ditembak mati.
"Punya transaksinya. Dibeli ZA 17 Februari 2021. Jadi ada waktu 1,5 bulan untuk persiapkan (aksi)," ungkap Sofyan.
"Jarak 1 sampai 2 meter jika kena kepala mati. Tapi kalau jarak lebih 3 meter gak mati," ungkap Sofyan.
Sofyan kemarin hadir dalam acara Podcast Deddy Corbuzier. Dia membeberkan plot terbesar teroris yang gagal. Menurutnya, teroris memiliki rencana untuk meledakkan Istana Negara. Alatnya, menggunakan roket.
Sofyan bilang, rencana itu akan dilakukan pada kurun waktu 2011 hingga 2012. Selain meledakkan istana, teroris juga punya plot untuk meledakkan gas di Tangerang. Yang punya plot adalah kelompok teroris Parung di Bogor.
Sofyan mengaku bersyukur bisa cepat sadar dan kembali ke NKRI. Saat menjadi teroris, Sofyan adalah pemasok senjata. Sekaligus pelatih ikhwan di Aceh. Kerjaannya mencuci otak.
Untuk melakukan cuci otak, Sofyan mengaku hanya butuh waktu 1 jam. Apalagi kalau korbannya punya masalah. "Sangat cepat prosesnya kalau target punya problem," ungkapnya.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46