Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Dua pelaku bom bunuh diri di depan gereja Katedral, diduga melakukan aksi balas dendam atas terbunuhnya mentor mereka Januari laku, M Rizaldi.
MAKASSAR, BUKAMATA - Motif Lukman dan istrinya, Yogi Sahfitri Fortuna melakukan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terkuak. Diduga, aksi itu wujud balas dendam atas tewasnya mentor mereka, M Rizaldi (45) yang tewas ditembak Densus 88 Antiteror Polri pada 6 Januari 2021 lalu di Vila Mutiara.
Kala itu, Rizaldi terpaksa dihabisi bersama menantunya, Sanjai Ajis (22), karena melawan dengan senapan dan samurai, saat akan ditangkap. Peluru Densus pun menembus tubuhhya. Kelompok Rizaldi diduga akan melakukan kegiatan amaliah atau aksi teror.
Pasca penembakan, Densus menggerebek jaringan sel teroris JAD, yang jadi dalang pengeboman di Jolo, Filipina. Penggerebekan dilakukan di Gowa, juga Enrekang.
Lukman dan istrinya, yang dinikahkan Rizaldi 3 bulan sebelum ditembak mati, berhasil lolos dari penggerebekan. Dia dan jaringan lainnya yang masih bebas, gonta ganti nomor telepon.
Akhirhya, mereka pun merancang dan meneruskan aksi amaliah mereka dengan meledakkan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.
"Sebetulnya kan mereka mengarah ke balas dendam setelah mentornya itu tewas terbunuh. Mentornya ini kan sebelumnya sudah kita kalkulasi, mereka mentornya mau menyerang," ujar Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto, dalam sebuah diskusi daring yang digelar MNC Trijaya FM, Sabtu (3/4/2021) lalu.
"Jadi dendam yang ingin dia lampiaskan untuk melakukan penyerangan, dan sekali lagi ingin berbuat surga itu," tambah Wawan.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33