Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Polisi sudah mengamankan 13 orang terkait bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu, 28 Maret 2021 lalu.
MAKASSAR, BUKAMATA - Fakta terbaru kasus bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar kembali terkuat. Si perakit bom sudah ditangkap.
"Satu orang atas inisial W adalah pelaku otak perakit bom (Gereja Katedral Makassar). Ini sudah kita amankan," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Rabu (31/3/2021).
Dengan tertangkapnya W, kata Listyo, polisi sudah mengamankan 13 orang terkait bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu, 28 Maret 2021 lalu.
"Saya sampaikan juga sampai hari ini terkait pengungkapan bom yang kita lakukan, kejadian bom di Makassar sampai hari ini sudah diamankan 13 orang," bebernya.
"Ini akan terus kami kembangkan dann kita utus tuntas," sambung Listyo.
Sebelumnya, pasangan suami istri, Lukman dan Yogi Sahfitri Fortuna alias Dewi melakukan bom bunuh diri di Gereja Katedral Jl Kajaolalido Makassar pada Minggu, 28 Maret 2021.
Lukman dan Dewi, adalah pengikut kajian Villa Mutiara yang sering diadakan di rumah Rizaldy. Pria ini adalah saudara kandung Ulfa Handayani Saleh, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Jolo, Filipina, 2019 lalu.
Usai menikah, Lukman lalu memboyong istrinya, ke rumah orang tuanya di Jl Tinumbu. Namun, di rumah itu, Lukman kerap bertengkar dengan saudaranya.
Karenanya, Lukman dan istrinya, Dewi, kontrak di sebuah rumah yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumah orang tuanya. Lukman diasuh oleh ibunya hingga dewasa. Ayah Lukman sudah meninggal dan dimakamkan di Pallantikan, Maros.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33