MAKASSAR, BUKAMATA - Sebuah video viral. AA (19), seorang karyawati di Makassar, mempertanyakan kasus pemerkosaan yang dialaminya pada November 2020 lalu. Pelakunya sekuriti tempatnya bekerja. Dia sudah lapor polisi. Namun tak mengetahui perkembangan kasusnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khairul menanggapi video itu. Menurutnya, kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan.
"Laporannya sudah ditindaklanjuti dan sudah tahap penyidikan," ujar Kompol Agus.
Menurutnya, selanjutnya, penyidik akan merampungkan berkas perkara dan melimpahkan ke JPU (jaksa penuntut umum).
Sebelumnya dalam video tersebut, AA membeber kronologi dirinya dirudapaksa oknum sekuriti.
Hari itu, Rabu, 18 November 2020. AA yang rutin pulang kerja pada pukul 17.00 Wita, hari itu agak telat. AA sedang ada rapat tambahan dan dilanjutkan dengan acara makan-makan. Dia pun baru pulang ke tempat kosnya pada pukul 22.00 Wita. Saat itu pintu indekos tempatnya tinggal sudah terkunci.
Lama dia ketuk pintu, namun tak dibukakan pintu. Diduga saat itu, teman kosnya sedang lelap.
Karena tak punya tempat nginap, AA kembali ke kantornya. Dia memutuskan untuk menginap di kantor. Dia merasa aman, karena di sana ada sekuriti yang berjaga.
"Saya berpikir, mau ke mana, keluarga tidak ada. Akhirnya jalan satu-satunya mungkin kembali ka ke sana (kantor), karena ada satpamnya di kantor," ujar AA.
Saat AA kembali ke kantor, ada tiga orang sekuriti yang berjaga. Seorang di antaranya adalah pelaku berinisial R. Saat itu, R masih terjaga. Dua rekannya yang lain sedang tertidur.
"Kenapaki kembali ke sini?" tanya pelaku ke AA.
"Terkunci kosku. Tidurmi temanku," ujar AA.
"Rencanaka mau tidur di sini," tambah AA.
"Dik, ayo kita naik ke atas, pergi rolling", ajak pelaku R.
"Untuk apa Pak, di sini sunyi sekali dan ini yang lain tidur," ujar AA.
Namun R berkeras mengajaknya berkeliling kantor. Korban pun ikut. Saat itu, AA tak menaruh curiga sama sekali.
Pelaku membawa korban ke sebuah lantai. Mereka sempat berbincang. Dari lantai tersebut, pelaku mengajak korban turun ke lantai lainnya. Saat itulah pelaku melancarkan aksinya. Merudapaksa AA. Korban sempat melawan tapi kalah tenaga.
"Nggak bisa (melawan pelaku), kita tahu kekuatannya laki-laki itu lebih kuat daripada kita (perempuan) biar bagaimanapun," ujar AA dengan nada lirih.
Selepas melancarkan aksinya, kata AA, R selalu mengikuti ke mana pun AA pergi. R juga mengikuti saat AA pergi ke toilet akibat mengalami pendarahan setelah kejadian itu.
"Saya ke kamar mandi dengan bercak darah begitu," jelasnya.
Selepas dari kamar mandi, AA hendak melapor ke dua orang sekuriti yang tidur. Namun R disebut selalu mengikuti dan tak memberi AA kesempatan. Selanjutnya AA hanya berdiam diri di kantornya untuk menenangkan diri.
Kasus ini baru terbongkar setelah rekan kerja AA masuk kantor kembali.
"'Kenapa masih itu baju yang kamu pakai?" tanya teman AA.
Korban langsung drop, nggak tahu mau bilang apa. Tetapi akhirnya dia menceritakan kejadian semalam.
"Saya sudah melakukan pelaporan ke polisi dan ini buktinya (memperlihatkan bukti laporan polisi). Kenapa saya buat video ini karena saya mau ada kejelasan dari kasus saya, karena hasil visum pun tidak pernah diberikan atau diperlihatkan penyidik," ujar AA dalam rekaman video yang viral.
Dia juga memperlihatkan laporannya bernomor B/2120/XI/RES 1.4/2020/Reskrim.
"Mengenai (maksud pembuatan) video ini, saya mohon polisi menyelesaikan kasus ini agar pelaku yang sampai sekarang masih berkeliaran bisa ditangkap secepatnya, terima kasih," jelas AA.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Fadli Zon Tegaskan Tak Ada Penghapusan Sejarah Pemerkosaan 1998
-
Lima Remaja di Makassar Perkosa Anak Dibawah Umur
-
Kakek di Selayar Rudapaksa Perempuan Penyandang Disabilitas Mental
-
Aksi Biadab Pemuda di Gowa, Lecehkan Bocah 5 Tahun Hingga Perkosa Ayam Tetangga
-
Pria Bejat di Makassar Ditangkap Usai Lecehkan Dua Adik Tirinya