Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Mata minus atau miopia menyebabkan penderitanya kesulitan untuk melihat benda berjarak jauh.
BUKAMATA - Pandemi virus corona membuat tidak sedikit orang yang mengalami banyak kerugian dari segi ekonomi dan kesehatan.
Salah satu kerugian kesehatan yang dimaksud adalah meningkatnya risiko mata minus pada anak. Apa penyebabnya?
Mata minus atau miopia menyebabkan penderitanya kesulitan untuk melihat benda berjarak jauh. Pada kebanyakan kasus, anak adalah yang paling sering mengalami kondisi ini yang dapat terbawa hingga dewasa nanti.
Faktanya, mata minus disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Lantas, apa hubungannya dengan pandemi Covid-19?
Studi terbaru dari Belanda dan Cina menunjukkan, pandemi Covid-19 menyebabkan kasus miopia meningkat secara dramatis, terutama pada anak-anak. Fenomena ini disebut "quarantine myopia".
Data dari lebih dari 120.000 anak sekolah di Cina menunjukkan, anak berusia 6 dan 8 tahun berisiko tiga kali lebih tinggi mengalami mata minus pada tahun 2020. Risiko tersebut lebih tinggi dibandingkan anak-anak berusia serupa di tahun-tahun sebelumnya.
Penurunan fungsi penglihatan sejak dini bisa sangat merugikan, karena sulit untuk mengembalikan kondisi tersebut seperti sedia kala. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, rabun jauh dapat meningkatkan risiko lepasnya retina, katarak, bahkan kebutaan.
Lalu, apa yang menyebabkan kasus mata minus anak meningkat di masa pandemi COVID-19? Ada 3 faktor yang berperan, yaitu:
1. Membaca dengan Jarak Terlalu Dekat
“Selama masa pandemi, sekolah menerapkan sistem belajar online. Anak akan menatap layar komputer atau laptop dalam waktu yang lama. Adanya paparan sinar layar laptop bisa meningkatkan risiko gangguan mata pada anak,” ujar dr. Reza Fahlevi, Sp.A.
2. Pencahayaan yang Kurang
Saat berada di sekolah, pencahayaan untuk belajar memang bisa terpenuhi dengan baik. Berbeda dengan di rumah, apalagi jika anak belajar di dalam kamar.
Hal tersebut juga bisa jadi alasan lainnya yang meningkatkan risiko rabun jauh pada anak selama pandemi Covid-19.
3. Kurangnya Nutrisi
Pandemi virus corona memang berdampak pada ekonomi keluarga. Akibatnya, beberapa keluarga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan baik.
Faktanya, mata membutuhkan nutrisi yang memadai untuk dapat berfungsi dengan optimal. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, bukan tidak mungkin jika fungsi organ tersebut akan mengalami penurunan seiring waktu.
Tips Menjaga Kesehatan Mata saat Pandemi
Guna menurunkan risiko mata minus pada anak saat pandemi, berikut ini beberapa cara yang bisa dicoba:
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33