Ulfa
Ulfa

Kamis, 11 Maret 2021 14:49

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tak Terima Ibu Dicekik dan Ditusuk Gunting, Pria Ini Bunuh Kakaknya

Swandi nekat melakukan hal itu untuk membela ibunya yang dicekik dan hendak ditusuk gunting oleh Ambronsus.

BUKAMATA - Seorang pria bernama Swandi Nababan (18) tega membunuh kakak kandungnya Ambronsus Nababan (34) menggunakan kayu.

Swandi nekat melakukan hal itu untuk membela ibunya yang dicekik dan hendak ditusuk gunting oleh Ambronsus.

Pembunuhan terjadi pada Rabu (10/3) pukul 18.30 WIB, tepatnya di rumah ibu korban di Desa Paniaran, Kecamatan Siborong borong, di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Saat itu, korban AN mendatangi ibunya, Fine Tampubolon (61), ke rumahnya sambil marah-marah tanpa sebab. Waktu itu, di rumah sedang berada tersangka dan juga abang kandungnya, Suheri Nababan (22), yang memang tinggal bersama ibunya.

Lalu tanpa mempedulikan kedua adiknya, Ambronsus langsung mencekik leher ibunya dan hendak menusuk gunting yang sudah dibawanya. Melihat hal tersebut, Suheri Nababan menangkap korban serta mengevakuasi ibunya keluar rumah.

"Namun korban masih berusaha untuk mengejar ibunya sehingga tersangka Swandi Nababan tidak terima dan langsung mengambil kayu dari samping rumahnya dan memukul kepala korban sebanyak 6 kali hingga korban terkapar dan tewas di tempat," kata Kasubag Humas Polres Taput, Aiptu W. Baringbing.

Setelah korban tewas, Swandi Nababan menyerahkan diri ke Polsek Siborong borong. Dari keterangan saksi, korban selama ini memang kerap menyakiti orang tuanya.

"Bahkan sering mengancam-ancam dan memarahinya. Rumah korban dengan ibunya memang berdekatan dan korban sudah menikah dan memiliki dua anak," ujar Baringbing.

Polisi telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan membawa korban ke rumah sakit untuk divisum.

"Sedangkan tersangka sudah kita amankan di Polsek Siborong borong guna kepentingan penyidikan," ucap Baringbing dilansir Kumparan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pembunuhan