MAKASSAR, BUKAMATA - Keterangan Aisyah Alfika (19) terus digali. Itu setelah menghabisi nyawa selebgram Makassar, Ari Pratama (21). Ari ditikam di kamar 214 lantai 2, Wisma Topaz, Panakkukang, Makassar pada Jumat dini hari, sekira pukul 05.01 Wita.
Sempat berlari turun ke bawah dalam keadaan bugil. Sayang, nyawa Ari tak tertolong. Dia tewas saat dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Sulsel, di Jl Mappaouddang, Makassar.
Aisyah saat ini sudah diamankan di Mapolsek Panakkukang. Keterangannya sudah digali, untuk memperjelas motif penikaman. Menurutnya, dia sakit hati. Karena dicueki oleh Ari. Meski dia sudah menyerahkan kesuciannya kepada sang selebgram berfollowers 16 ribu itu.
Seperti dituturkan Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edy Supriadi Idrus, pelaku mengaku sudah dua kali berniat menghabisi nyawa korban. Namun baru terlaksana pada Jumat, 5 Maret 2021 lalu. Pasalnya, selama ini, korban selalu menghindari pelaku.
Lalu pada 5 Maret lalu, pelaku dan korban janjian bertemu di Wisma Topaz. Niat pelaku memang sudah ingin menghabisi nyawa Ari. Dia membawa pisau dapur dari rumahnya di BTP.
Menurut resepsionis Wisma Topaz, Roni, pelaku dan korban check in di wisma pada pukul 03.45 Wita. Lalu diarahkan ke kamar 214 di lantai 2. Sekitar pukul 05.01 Wita, korban berlari ke resepsionis dalam keadaan bugil. Darah bercucuran dari tubuhnya.
"Kak, saya ditikam sama wanita di atas," ujar Ari kepada Roni sambil memegangi perutnya.
Sementara itu, dari CCTV di lantai 2 terlihat, setelah Ari keluar, pelaku Aisyah kelihatan bingung. Dia mondar-mandir. Bahkan sempat masuk ke kamar salah seorang penghuni untuk bersembunyi. Ada pisau terselip di stoking belakang wanita yang merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri itu.
Pengakuan Aisyah, saat tiba di kamar, mereka berbincang selama kurang lebih sejam. Memang niatnya bukan untuk berkencan lagi sama Ari. Dia bilang, rasa sukanya kepada Ari sudah hilang. Saat Ari lengah, dia lalu menghujamkan pisau itu ke dada Ari berulang-ulang.
"Memang pernah (merencanakan pembunuhan terhadap Ari). Namun tidak terlaksana karena korban (Ari) selau menghindar," kata Kompol Edy.
Ari adalah selebgram dengan 16 ribu followers. Dia terkenal dengan konten makan di TPA Antang. Kepergiannya ditangisi rekan-rekannya sesama content creator dan selebgram. Mereka memadati halaman depan kamar jenazah pada Sabtu subuh, ketika kerabat datang menjemput jasad Ari untuk dimakamkan di kampung halamannya, Maros.
BERITA TERKAIT
-
Terbakar Api Cemburu, Dua Perempuan Paruh Baya di Bone Bertikai, Berujung Penikaman
-
Satreskrim Polres Bone Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman di Sirkuit Balap
-
Usai Tikam Rekan Sendiri Pakai Badik, Pria di Bone Kabur dan Kini Dikejar Polisi
-
Kesal Sering Diumpat, Pemuda di Maros Tikam Rekannya saat Pesta Miras
-
Seorang ASN di Gorontalo Tikam Warga, Polisi Selidiki Motif Pelaku