Ulfa
Ulfa

Sabtu, 20 Februari 2021 15:38

Ngevape Ternyata Bisa Bikin Gigi Kuning

Ngevape Ternyata Bisa Bikin Gigi Kuning

Ada beberapa masalah kesehatan yang dilaporkan terkait penggunaan rokok elektrik.

BUKAMATA - Sebagian perokok menganggap vape adalah pengganti yang lebih baik ketimbang rokok konvensional. Padahal, hal tersebut tidak tepat juga.

Ada beberapa masalah kesehatan yang dilaporkan terkait penggunaan rokok elektrik. Salah satunya adalah vape bikin gigi kuning. Bagaimana faktanya?

Mungkin Anda sudah tahu kalau kebiasaan merokok tembakau adalah salah satu penyebab gigi kuning. Tapi jangan salah, rokok elektrik juga bisa memicu efek yang sama. Hal tersebut juga disebutkan drg. Wiena Manggala Putri.

"Memang bisa karena di dalam (liquid) vape juga kadang ada kandungan nikotinnya. Apalagi ditambah dengan perasa dalam rokok elektrik," kata drg. Wiena.

Dia menjelaskan, mekanismenya sama dengan merokok. Paparan nikotin yang terus-menerus saat menggunakan vape akan membuat gigi Anda bernoda.

Pada vape yang tidak ada nikotin pun, tetap ada kandungan liquid yang juga bisa membuat gigi menjadi kuning.

Bahaya Lain Ngevape untuk Kesehatan Mulut dan Gigi

Selain bikin gigi kuning, ada beberapa bahaya rokok elektrik ini terhadap kesehatan mulut dan gigi:

1. Mulut Kering

Menurut drg. Wiena, vape bisa menyebabkan mulut kering akibat kandungan propilen glikol pada liquid di dalamnya.

Propilen glikol adalah zat pelarut pada liquid vape. Pelarut adalah zat yang digunakan untuk melarutkan senyawa turunan nikotin. Propilen glikol adalah cairan bening, mirip sirup, hampir tidak berbau, dan tidak berwarna.

Kekeringan mulut pada tahap kronis kerap dikaitkan dengan bau mulut, sariawan, dan kerusakan gigi.

2. Gigi Berlubang

Sama dengan permen manis yang berbahaya untuk gigi, begitu juga perasa pada liquid vape. Menurut drg. Wiena, perasa pada cairan vape bisa membuat gigi berlubang.

Umumnya memang perasa vape menggunakan pemanis yang berbahaya untuk gigi Anda.

3. Masalah Bakteri Gigi

Penelitian pada 2018 yang berjudul “Cariogenic Potential of Sweet Flavors in Electronic-Cigarette Liquids” mengungkap, gigi yang terpapar aerosol vape akan terpapar bakteri lebih banyak.

Bakteri berlebihan ini yang pada akhirnya bisa menyebabkan gigi berlubang, penyakit gusi, dan kerusakan gigi lainnya.

4. Peradangan Gusi

Pada sebuah penelitian berjudul “E-cigarettes and Flavorings Induce Inflammatory and Pro-Senescence Responses in Oral Epithelial Cells and Periodontal Fibroblasts”, vape disebut memicu inflamasi pada gusi.

Nah, peradangan gusi tersebut dikaitkan dengan beragam penyakit periodontal. Hal ini juga diamini oleh drg. Wiena.

5. Iritasi Mulut

Sebuah studi pada 2014 dengan judul “Electronic Cigarettes: Human Health Effects”, menemukan bahwa rokok elektrik bisa memicu iritasi mulut serta tenggorokan. Bisa juga muncul gejala pada gusi, seperti bengkak, nyeri, dan kemerahan.

Rupanya vape bukan hanya berefek buruk pada sistem pernapasan, gigi kuning juga bisa menjadi ancamannya. Jika Anda masih melakukan kebiasaan ini, setop sekarang ya untuk kualitas kesehatan yang optimal.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Vape

Berita Populer