BUKAMATA - Setahun yang lalu, Dr. Li Wenliang meninggal karena virus corona, yang pertama kali terdeteksi di kota Wuhan.
Dokter mata berusia 34 tahun itu adalah salah satu dari delapan whistleblower, yang awalnya dihukum oleh pihak berwenang setempat karena dianggap "menyebarkan rumor" tentang virus mirip SARS di grup media sosial.
Namun orang-orang akhirnya berterima kasih padanya. Penduduk di kota Wuhan memujinya karena telah menyuarakan peringatan tentang wabah tersebut sebelum menerima pengakuan resmi.
Li Wenliang sendiri meninggal karena virus corona. Publik menyaksikan saat dia jatuh sakit karena penyakit yang dia peringatkan kepada mereka, yang membuat kondisinya memburuk, dan akhirnya pergi untuk selamanya.
Beberapa hari setelah kematiannya, Zhong Nanshan, seorang ahli epidemiologi terkenal, meneteskan air mata untuk Li dalam sebuah wawancara dengan Reuters, dan menyebutnya sebagai "pahlawan China."
Kini, setelah setelah kepergiannya, orang China mengenangnya, baik secara online maupun offline. Banyak orang membawa bunga ke rumah sakit, dan beberapa memberikan pemghormatan padanya di media sosial.
“Terima kasih Dr. Li Wenliang,” demikian bunyi pesan di salah satu karangan bunga yang diletakkan di rumah sakit.
TAG
BERITA TERKAIT
-
8 Pandangan WHO Terhadap Situasi Covid Saat Ini
-
Setelah Mempertimbangkan Kategori Covid sebagai Flu Biasa, Kini Jepang Terapkan Aturan Tidak Wajib Masker
-
Jokowi Mengakhiri PPKM, Kasus Covid-19 Meningkat Menjadi 366 Kasus
-
Berlaku Hari Ini, Berikut Ketentuan Surat Edaran Perjalanan Domestik di Masa Pandemi
-
Resmi, Presiden Jokowi Sampaikan Langsung Pelonggaran Pemakaian Makser