Ririn
Ririn

Minggu, 07 Februari 2021 10:31

Ilustrasi
Ilustrasi

AS Catat Lebih dari 100.000 Kematian Aibat Covid-19 Tahun ini

AS telah mencatat hampir 26,9 juta kasus dengan lebih dari 461.700 kematian, sejak virus melanda.

BUKAMATA - Lebih dari 100.000 orang di Amerika Serikat telah meninggal karena Covid-19 sejak 1 Januari tahun ini, sementara negara itu meluncurkan program vaksin.

Menurut data Universitas Johns Hopkins (JHU), AS memiliki lebih banyak kematian akibat virus corona dibandingkan negara lain mana pun di dunia.

Negara ini telah mencatat hampir 26,9 juta kasus dengan lebih dari 461.700 kematian, sejak virus melanda.

Penelitian oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington telah memperkirakan bahwa jumlah kematian bisa mencapai 631.000 pada 1 Juni. Skenario kasus terburuk dapat menyebabkan korban tewas mencapai 703.000.

Peneliti mengatakan, hasilnya tergantung pada peluncuran vaksin dan penyebaran varian.

Penelitian yang sama juga menyimpulkan bahwa peningkatan penggunaan masker dari 77 persen menjadi 95 persen, dapat menyelamatkan 44.000 nyawa pada 1 Juni.

Sementara itu, perkiraan ansambel nasional dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperkirakan bahwa jumlah kematian Covid-19 kemungkinan akan menurun selama 4 minggu ke depan.

Mereka memperkirakan bahwa total 496.000 hingga 534.000 kematian akibat Covid-19 akan dilaporkan pada 27 Februari.

Presiden AS Joe Biden telah meluncurkan kampanye vaksinasi nasional yang bertujuan untuk memberikan 100 juta dosis vaksin virus korona dua tahap dalam 100 hari pertamanya menjabat.

Biden telah menyerukan untuk mendirikan 100 pusat vaksinasi massal di seluruh negeri dalam waktu satu bulan.

Lebih dari 59,3 juta dosis vaksin telah didistribusikan di seluruh Amerika Serikat pada hari Jumat, tetapi hanya sekitar 39 juta dosis yang telah diberikan, menurut data CDC.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Covid-19 #Amerika Serikat

Berita Populer