BUKAMATA - Virus corona telah menginfeksi lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins.
Amerika Serikat masih menjadi negara yang paling terkena dampak, mencatat lebih dari 25 juta kasus dan 420.000 kematian.
Presiden AS Joe Biden, yang telah menjanjikan perjuangan sengit melawan pandemi, telah menetapkan tujuan untuk memberikan setidaknya 100 juta vaksinasi dalam 100 hari pertamanya menjabat.
India memiliki jumlah kasus tertinggi kedua, dan Brasil di urutan ketiga, dengan masing-masing lebih dari 10,6 juta dan 8,8 juta infeksi.
Sementara itu, Indonesia melaporkan jumlah kasus tertinggi di Asia Tenggara, dengan 1.012.350 infeksi.
Negara-negara lain juga terus mencapai tonggak suram. Inggris misalanya, kematian karena Covid-19 di negara ini telah melonjak melewati 100.000. Sementara negara-negara Eropa lainnya berusaha memperketat perbatasan mereka, berharap untuk mencegah strain virus baru yang lebih mudah menular.
Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan "sulit untuk menghitung" kerugian yang dirasakan oleh keluarga Inggris setelah negaranya menjadi negara Eropa pertama yang melampaui 100.000 kematian akibat Covid-19.
Namun dia mengatakan pemerintahnya "melakukan segala yang kami bisa untuk meminimalkan penderitaan dan meminimalkan hilangnya nyawa."
Di tengah kekhawatiran akan penyebaran virus yang semakin luas, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus menyerukan agar vaksin Covid-19 didistribusikan secara lebih merata.
TAG
BERITA TERKAIT
-
8 Pandangan WHO Terhadap Situasi Covid Saat Ini
-
Setelah Mempertimbangkan Kategori Covid sebagai Flu Biasa, Kini Jepang Terapkan Aturan Tidak Wajib Masker
-
Jokowi Mengakhiri PPKM, Kasus Covid-19 Meningkat Menjadi 366 Kasus
-
Berlaku Hari Ini, Berikut Ketentuan Surat Edaran Perjalanan Domestik di Masa Pandemi
-
Resmi, Presiden Jokowi Sampaikan Langsung Pelonggaran Pemakaian Makser