Redaksi
Redaksi

Jumat, 22 Januari 2021 10:37

Warga Tappalang Barat, mendatangi mobil tim medis PSC 119 Luwu yang berhasil masuk ke wilayah mereka usai menembus longsor.
Warga Tappalang Barat, mendatangi mobil tim medis PSC 119 Luwu yang berhasil masuk ke wilayah mereka usai menembus longsor.

Bersama Relawan KNPI Sulsel, Tim Medis PSC 119 Luwu Tembus Kawasan Pengungsi Terisolir di Mamuju

Pengungsi korban gempa Sulbar di daerah terisolir Tappalang Barat, Mamuju, akhirnya mendapat pelayanan medis. Itu setelah Tim Medis PSC 119 Pemkab Luwu, berhasil menembus wilayah itu bersama KNPI Sulsel.

MAMUJU, BUKAMATA - Tim Medis PSC 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, berhasil masuk di kawasan pengungsian yang terisolir. Yaitu, di wilayah Tapalang Barat, Mamuju, Sulbar.

Koordinator Tim Medis Pemkab Luwu, Qiva Dhaniar melaporkan, mereka berhasil menembus kawasan terisolir bersama relawan dari KNPI Sulsel.

"Yang paling membuat terharu, ketika kami berhasil membuka jalur yang tertutup dari akses kendaraan roda empat karena longsor," beber Qiva, Jumat (22/1/2020).

Di laman Facebook pribadinya, Qiva Dhaniar menceritakan, Tim Medis 119 Luwu dan Tim Kesehatan KNPI Sulsel, tanpa berpikir untuk mundur menembus tenda pengungsi yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

"Tanpa makan siang, alhamdulillah tabarakallah, kami bisa. Dan masyarakat sangat antusias menyambut kami sampai kami kewalahan dan melayani tembus jam 11 malam. Masya Allah," ungkapnya.

Qiva berharap, semua relawan medis dan yang mendistribusikan logistik akses ke Kecamatan Tappalang Barat, mendapat berkah dari Allah dan bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Mamuju.

Hingga saat ini, Tim Medis PSC 119 Luwu, masih berjibaku dengan layanan kesehatan untuk warga Mamuju yang terimbas akibat musibah bencana alam gempa M 6,2 pada Jumat dini hari pekan lalu itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pengungsi korban gempa Sulbar #Korban gempa Mamuju #Bantuan korban gempa Sulbar