Redaksi : Senin, 18 Januari 2021 15:17
Rumah kontrakan korban di Banten, dibobol maling.

BANTEN, BUKAMATA - Rumah itu kosong. Hanya dijaga seorang asisten rumah tangga. Penghuninya, Arneta Fauzia (39) beserta ketiga anaknya Zurisya Zuar (8), Umbu Kristin Zia (2), dan Fao Nuntius Zai yang masih bayi, tewas dalam tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Mereka tewas dalam penerbangan menuju Pontianak, Kalimantan Barat, untuk bertemu dengan sang suami Yaman Zai, yang bekerja di sana.

Jumat (15/1/2021), rumah kontrakan di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten itu, kemalingan. Asisten rumah tangga korban, Yayu adalah orang pertama yang menyadari adanya kejanggalan pada rumah majikannya. Dia kaget, ada sejumlah barang yang hilang di dalam rumah majikannya, seperti sepeda, dorongan bayi, tabung gas 3 kilogram, dan galon air.

Ketua RT setempat, Nanang Wahyudi dan tetangga korban Opung (66) membeberkan, aksi pencurian tersebut terjadi Sabtu, (16/1/2021). Pelaku memasuki rumah korban melalui atap. Yayu baru mengetahui siang harinya.

Pelaku naik ke atas tempat toren lewat belakang rumah, lalu menggeser empat genteng dan menjebol plafon yang tembus di satu kamar. Kemudian pelaku keluar melalui pintu belakang rumah yang kebetulan hanya menggunakan kunci slot.

Warga yang mengetahui kejadian itu tidak habis pikir dengan perbuatan pelaku dan langsung melapor ke polisi.

“Sudah lapor polisi. Ini maling tega, biadab. Lagi berduka juga,” ungkap Nanang disitat dari Kompas.

Tetangga korban lainnya, Dedi Kuswara (44) mengatakan, korban hanya mengontrak di rumah tersebut. Pemilik rumah sudah melaporkan kejadian ini ke polisi. Warga belum mengetahui barang-barang apa saja yang hilang.