Ibnu Kasir
Ibnu Kasir

Selasa, 12 Januari 2021 15:48

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Temuan KNKT Soal Tragedi Sriwijaya Air: Pesawat Tak Meledak di Udara

Dari hasil pemeriksaan KNKT, salah satu yang menunjukkan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tidak meledak di udara ialah kondisi turbin disc dan fan blade.

BUKAMATA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan hasil temuan awal terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyebut pesawat yang mengangkut 62 orang tersebut diduga membentur laut dengan kondisi mesin yang masih hidup. Dugaan itu berdasarkan data radar (ADS-B) yang diterima KNKT dari Airnav Indonesia.

Dari data itu, diketahui pesawat jenis Boeing 737-500 mengudara pukul 14.36 WIB, menuju arah barat laut. Pesawat lalu mencapai ketinggian 10.900 kaki pada pukul 14.40 WIB. Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC itu lalu turun hingga data terakhir tercatat pada ketinggian 250 kaki.

"Terekamnya data sampai dengan 250 kaki, mengindikasikan bahwa sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data. Dari data ini kami menduga bahwa mesin dalam kondisi hidup sebelum pesawat membentur air," kata Soerjanto, Selasa (12/1/2021).

Soerjanto menambahkan, data lapangan lain yang didapat KNKT dan KRI Rigel adalah sebaran wreckage memiliki besaran dengan lebar 100 meter dan panjang 300 - 400 meter.

"Luas sebaran ini konsisten dengan dugaan bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air," ujar Soerjanto.

KNKT juga telah memeriksa bagian pesawat yang telah dievakuasi dari laut. Salah satu yang menunjukkan pesawat tidak meledak di udara ialah kondisi turbin disc dan fan blade.

"Kerusakan pada fan blade menunjukkan bahwa kondisi mesin masih bekerja saat mengalami benturan. Hal ini sejalan dengan dugaan sistem pesawat masih berfungsi sampai dengan pesawat pada ketinggian 250 kaki," bebernya.

Sementara itu Soerjanto juga mengungkapkan terkait upaya pencarian black box berupa flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (cvr) telah menangkap sinyal dari locator beacon.

Ia mengatakan hingga kini proses investigasi masih berlangsung dan akan melakukan beberapa kegiatan antara lain, melanjutkan pencarian blackbox, pengumpulan data pesawat, dan awak pesawat, melakukan beberapa interview dengan pihak terkait dan kegiatan lainnya.

Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021). Lokasi jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pontianak itu berada di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang.

#Sriwijaya Air