Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 18 Januari 2021 07:24

Alat berat sedang bekerja memindahkan material longsor di Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Majene.
Alat berat sedang bekerja memindahkan material longsor di Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Majene.

Satu Alat Berat Berusaha Memindahkan Material Longsor di Kilometer 60 Majene-Mamuju

Satu ekskavator sudah bekerja, membuka akses di kilometer 60 Majene-Mamuju yang tertutup material longsor subuh tadi.

MAJENE, BUKAMATA - Longsor yang terjadi Senin, 18 Januari 2021, sekira pukul 05.00 Wita, mengakibatkan jalur Majene-Mamuju kembali lumpuh.

Saat ini, sebuah ekskavator telah berada di lokasi dan memindahkan material longsor di kilometer 60 dari Majene ke Mamuju ini, agar akses kembali terbuka.

Penanggung Jawab Relawan Kemanusiaan FTI UMI, Dr Zakir Sabara yang ada di lokasi menuturkan, longsor terjadi di Dusun Belalan, Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene.

Pembukaan akses ini sangat penting untuk lalu lintas relawan dan angkutan pembawa bantuan dari Makassar dan wikayah sekitarnya ke Majene dan Mamuju.

Relawan Kemanusiaan FTI UMI sudah berada di lokasi begitu gempa Magnitudo 6,2 mengguncang Majene dan Mamuju, Sulbar pada Jumat dini hari lalu.

Relawan FTI UMI fokus di daerah terisolir yang tidak terjangkau bantuan. Salah satunya, beberapa desa di Kecamatan Ulu Manda, Majene. Di desa yang berbatasan dengan Mamasa dan Toraja ini, beberapa desa belum terjangkau bantuan karena akses yang susah. Relawan Kemanusiaan FTI UMI yang pertama menjangkau wilayah tersebut.

Lewat video yang dikirim Dr Zakir Sabara, tampak para relawan diangkut menggunakan belalai ekskavator untuk menembus longsor. Mereka membawa selimut, tikar, perlengkapan tenda, bahan makanan, obat-obatan, juga perlengkapan bayi.

#FTI UMI #Gempa di Majene