Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 20 Januari 2021 10:58

Warga mengevakuasi jenazah Nurbiah yang meninggal di tenda pengungsian di Desa Totolisi, Majene.
Warga mengevakuasi jenazah Nurbiah yang meninggal di tenda pengungsian di Desa Totolisi, Majene.

Kedinginan, Wanita di Majene Meninggal di Tenda Pengungsi

Seorang pengungsi gempa Majene, meninggal di dalam tenda. Sehari sebelum meninggal, dia mengeluh kepada kepala desa, kedinginan dan batuk berdahak.

MAJENE, BUKAMATA - Bersama suami dan lima anaknya, Nurbiah (53), meninggalkan rumahnya dan lari ke tenda pengungsi di Desa Totolisi, Kecamatan Cendana, Majene, Sulbar. Itu sejak gempa magnitudo 6,2 mengguncang wilayah itu.

Di dalam tenda yang seadanya, tanpa selimut, Nurbiah menggigil. Sudah beberapa hari ini, mereka belum tersentuh bantuan.

Kepala Desa Totolisi, Suardi, sempat mengunjungi warganya itu pada Senin, 18 Januari 2021. Kepada kepala desa, Nurbiah mengeluh menggigil kedinginan. Dia juga mengaku batuk berdahak.

Lalu usai salat subuh pada Selasa, 19 Januari 2021, Suardi berjalan kembali berkeliling tenda. Di situ dia mendapat kabar kalau ada salah satu penghuni tenda pengungsi meninggal dunia.

Suardi bergegas ke tenda yang dimaksud. Ternyata, warga yang meninggal itu adalah Nurbiah.

"Saya ke situ saya perkirakan pukul 06.00 Wita, saya sudah pastikan bahwa almarhumah ini sudah meninggal," ungkap Suardi.

Suardi mengaku tidak dapat berbuat banyak. Bantuan logistik dari pemerintah kecamatan atau kabupaten atau provinsi sama sekali belum menjangkau wilayah pengungsian mereka di Desa Totolisi, Kecamatan Cendana, Kabupaten Majene.

"Sama sekali tidak ada Pak. Belum ada bantuan. Artinya yang saya pahami secara resmi (belum ada)," tambah Suardi.

#Gempa Majene #Gempa Mamuju #Gampa Sulbar #Gempa di Majene

Berita Populer