Redaksi
Redaksi

Rabu, 20 Januari 2021 13:58

Sertu Palemba tak mampu menyembunyikan kesedihannya ditinggal putra sulungnya, Muh Andra Palemba.
Sertu Palemba tak mampu menyembunyikan kesedihannya ditinggal putra sulungnya, Muh Andra Palemba.

Punggung Sertu Palemba Memar Jadi Tameng Istri dan Anaknya, Malang Ada Puing Lolos Hantam Kepala Putra Sulungnya

Saat bumi berguncang pada Jumat dini hari itu, spontan Sertu Palemba merengkuh istri dan anaknya. Menjadikan tubuhnya tameng untuk istri dan tiga anaknya dari reruntuhan gempa. Sayang, ada puing yang lolos, menimpa kepala Muh Andra Palemba, putra sulungnya.

PINRANG, BUKAMATA - Kejadian Jumat dini hari itu, masih melekat dalam benak Sertu Palemba. Saat gempa berkekuatan magnitudo 6,2 menggoyang Mamuju, Sulbar. Putra sulungnya, meninggal terkena puing reruntuhan gempa.

Juhida dan tiga anaknya, sedang berlibur ke Mamuju, tempat tugas suaminya. Mereka baru dua hari tiba dari Parepare, tempat mereka bermukim. Sertu Palemba diketahui lama bertugas di Parepare, sebelum kemudian ditugaskan ke Mamuju.

Juhida menceritakan, Jumat dini hari, 15 Januari 2021. Sertu Palemba, istrinya Juhida dan tiga anaknya, terlelap di rumah susun Makorem 142/Ttg, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Tiba-tiba, Sertu Palemba terbangun ketika merasakan guncangan dahsyat. "Allahu Akbar, ada gempa!" teriak Sertu Palemba. Juhida terbangun. Lalu bangunan dari atas langsung runtuh.

Melihat reruntuhan bangunan dari atas, Sertu Palemba refleks merengkuh istri dan ketiga anaknya. Dia menjadikan punggungnya tameng dari reruntuhan. Bertubi-tubi puing-puing menghantam punggungnya hingga memar.

Sayang, ada puing bangunan yang lolos menghantam kepala putra sulungnya, Muh Andra Palemba (14). Nyawa Andra tak terselamatkan.

"Saya dapat luka-luka di bagian tangan dan di punggung banyak sekali. Anak yang kedua juga terdapat luka-luka di tangan dan kaki. Istri saya lumayan aman karena dia tepat berada di bawah saya," ujar Sertu Palemba di rumah duka, di kampung Bulisu, Kelurahan Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang. Jenazah Andra sudah dimakamkan di Pinrang, Sabtu (16/01/2021).

Penulis: Junaedi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Korban gempa Mamuju #Gempa di Majene #Gempa Mamuju