Redaksi
Redaksi

Senin, 04 Januari 2021 13:00

Rektor UIM Dr Ir Hj Andi Majdah M Zain MSi didampingi Humas IDI Kota Makassar yang juga Kabag Humas dan Kerja Sama UIM dr Wachyudi Muchsin SH, memimpin langsung penyemprotan massal di seluruh gedung Kampus UIM, Senin (4/1/2021).
Rektor UIM Dr Ir Hj Andi Majdah M Zain MSi didampingi Humas IDI Kota Makassar yang juga Kabag Humas dan Kerja Sama UIM dr Wachyudi Muchsin SH, memimpin langsung penyemprotan massal di seluruh gedung Kampus UIM, Senin (4/1/2021).

Kasus Covid-19 Meningkat, Kampus UIM Disemprot Disinfektan

UIM bekerjasama PMI, menggelar penyemprotan disinfektan di kampus.

MAKASSAR, BUKAMATA - Universitas Islam Makassar (UIM), salah satu kampus yang sangat konsen membantu pemerintah dalam memerangi Covid-19. Mulai saat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, ada 700 mahasiswa UIM menjadi Agen of Change dengan bagi masker, pembuatan hand sanitizer. Demikian pula saat wisuda juga secara online, dan terakhir wisuda tatap muka dengan protokol kesehatan ketat dengan mensyaratkan surat rapid test.

Kali ini, di bawah langsung komando Rektor UIM, Dr Ir Hj Andi Majdah M Zain M.Si bekerja sama PMI Sulsel, melakukan penyemprotan massal di seluruh gedung Kampus UIM, hari ini, Senin (4/1/2021).

Majdah didampingi dr Wachyudi Muchsin SH selaku Humas IDI Kota Makassar, yang juga Kabag Humas dan Kerja Sama UIM. Hadir pula perwakilan PMI Sulsel Dr dr Muji Iswanti SpKK Mkes SH MH, serta jajaran Wakil Rektor UIM. Di sela-sela penyemprotan, Majdah mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk preventif memutuskan rantai penularan Covid-19.

"Penyemprotan ini dilakukan mengingat jumlah pasien terkonfimasi positif Covid-19 di Provinsi Sulsel, tercatat mengalami penambahan rata-rata 600 kasus baru setiap hari. Dengan jumlah secara akumulasi sebanyak 32.187 kasus, dan Kota Makassar memberikan kontribusi terbanyak yakni 376 pasien baru. Ini sangat mengerikan," ujarnya.

Sementara, menanggapi jumlah peningkatan kasus tersebut, Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, dr Wachyudi Muchsin, mengungkapkan, hal tersebut merupakan akumulasi dari aktivitas dan mobilitas yang terjadi sepanjang akhir tahun ini.

"Akumulasi peningkatan (Covid-19), karena aktivitas dan mobilitas yang terjadi belakangan ini, seperti berlibur, Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Serentak Desember 2020 lalu, dan aktivitas berkumpul bersama teman dan keluarga yang tidak serumah," ungkapnya.

Kendati demikian, salah satu faktor meningkatnya jumlah kasus, karena ada upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dengan terus massif melakukan pelacakan dan tes Covid-19 di tengah masyarakat, guna memutus mata rantai penyebarannya.

"Testing swab (tes usap) massal berjalan dengan baik di Pemkot Makassar, sehingga bisa dilakukan tracing dan treatmen yang maksimal," paparnya.

Dokter Koboi, sapaan akrab Wachyudi Muchsin, mengatakan, secara kelembagaan, IDI Makassar meminta masyarakat tidak menganggap remeh pandemi Covid-19. Sebab, okupansi ruang isolasi di Makassar sudah di atas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah penularannya.

Dokter Yudi menjelaskan, tingginya penularan Covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat positivity rate yang mencapai 29,5 persen. Data harian positivity rate Indonesia ini, sudah lima kali lipat melebihi standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO), yakni 5 persen.

"Untuk itu, perlu selalu senantiasa menerapkan 3 M, yakni konsisten pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Inilah kunci efektif menekan penyebaran Covid-19," terangnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Penyemprotan Disinfektan #UIM

Berita Populer