Ini Video Detik-detik Penikaman Jemaah Masjid Raya Pinrang
Detik-detik penikaman di Masjid Raya Pinrang terekam CCTV masjid. Pelaku mengaku kesal disebut pencuri oleh korban.
PINRANG, BUKAMATA - Insiden penikaman di Masjid Raya Pinrang seusai salat asar, beredar luas. Terekam dari CCTV masjid. Salah satunya, diperoleh dari instagram @bukamatanews.id.
Insiden itu terjadi Jumat, 11 Desember 2020 lalu. Sekitar pukul 15..30 Wita. Pelaku penikaman, Hasbullah (60), langsung dibekuk anggota Polsek Paleteang di Warkop Cekiang, sesaat setelah penikaman. Lalu diserahkan ke Resmob Polres Pinrang lengkap dengan barang bukti badik.
Pria asal Teppoe, Kecamatan Patampanua, Pinrang itu, telah menghabisi nyawa Nasruddin (60), seorang pensiunan ASN Disduk Pinrang, warga Jl Elang, Kelurahan Watang Sawitto, di Masjid Raya Pinrang, Jl Sultan Hasanuddin, Pinrang.
Peristiwa itu terjadi Jumat, 11 Desember 2020 kemarin. Usai salat asar. Pelaku yang berprofesi sebagai wiraswasta itu, diciduk polisi tak lama setelah pembunuhan.
Dalam video berdurasi 54 detik itu, terlihat korban Nasruddin alias Attos, masih memakai peci putih. Juga menyampirkan sajadah di pundak kirinya. Dia terlihat duduk di tempat duduk dekat teras masjid.
Sementara pelaku, mengenakan baju hitam. Juga topi hitam. Dia berdiri di sisi kiri korban. Keduanya baru saja usai melaksanakan salat asar.
Dalam video, keduanya tampak sedang berbincang alot. Beberapa kali, pelaku Hasbullah menyentuh pundak kiri korban Attos. Lalu, korban Attos berdiri sambil menyentakkan pundak kirinya ke pelaku.
Diduga pada saat itu, keduanya cekcok soal utang piutang. Utang proyek. Dalam pengakuannya di depan polisi, pelaku Hasbullah mengaku lupa jumlahnya.
Dalam video itu, seorang berbaju putih yang diduga adalah H Tahir, adik kandung korban Attos, datang melerai. Dia berdiri di antara pelaku dan korban. Menenangkan kakaknya. Lalu korban sempat kembali duduk.
Namun, tiba-tiba korban berdiri kembali dan terlihat menantang pelaku.
Kemudian dalam video, terlihat pelaku membalik badan lalu mengambil sesuatu dari pinggang kirinya, yang diduga adalah badik. Kemudian dengan badik terhunus di tangan kanan, dia menghambur ke arah Attos.
H Tahir sempat meraih tangan kanan pelaku. Namun terlepas. Lalu secepat kilat pelaku menusukkan badik itu ke dada kiri korban. Sempat tersungkur, korban bangkit kembali dan pelaku Hasbullah masih mengejar korban yang kembali tersungkur. Pelaku terlihat terus menusukkan senjata tajamnya, namun dengan kaki, korban yang terkapar menghalangi pelaku.
Saat itulah beberapa jemaah masjid, termasuk H Tahir tampak memegang pelaku Hasbullah yang masih mengamuk dengan badiknya. Pelaku dapat dikuasai. Lalu, H Tahir melarikan saudaranya ke rumah sakit. Namun sayang, nyawa korban tak tertolong.
Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Praditya Negara mengatakan, motif penikaman karena pelaku tersinggung kata-kata korban saat menagih utang proyeknya kepada pelaku. Korban diketahui pensiunan ASN di Dinas Kependudukan Pinrang. Sedangkan pelaku adalah wiraswasta.
Usai menikam, pelaku sempat ke Warkop Cekiang. Di sanalah pelaku diamankan anggota Polsek Paleteang bernama Aiptu Iswan ke Polsek Watang Sawitto. Pelaku dan barang bukti sebilah badik, diserahkan ke Unit Resmob Polres Pinrang untuk proses hukum selanjutnya.
Di depan penyidik Polres Pinrang, pelaku mengaku tega membunuh korban, lantaran kesal disebut pencuri oleh korban saat ditagih utang.
Menurut pelaku, dia sudah lupa jumlah utangnya. Itu utang proyek. Korban merupakan pensiunan ASN di Dinas Kependudukan Pinrang.
"Dia tagih saya. Saya emosi, Pak. Saya sempat diajak berkelahi, namun saya diam saja, baru saya bereaksi karena dikatai pencuri sama dia," kata Hasbullah saat diperiksa penyidik.
Pelaku menghabisi nyawa korban dengan sebilah badik. Itu saat keduanya baru saja usai melaksanakan salat asar di Masjid Raya Kabupaten Pinrang, Jumat (11/12/2020).
Korban yang mengalami luka tikam pada dada kiri, sempat terjatuh lalu bangkit kembali. Terus dikejar sama pelaku. Akhirnya pada kali kedua dia tumbang. Korban sempat dilarikan ke RSUD Lasinrang Pinrang. Sayang, nyawanya tak tertolong.
Penganiayaan berujung maut ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Praditya Negara. "Sementara masih kita dalami. Pengakuan awalnya karena masalah utang-piutang yang dipicu perkataan kasar," kata Dharma kepada wartawan.
View this post on Instagram
News Feed
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
GAPEMBI Sulsel Mantapkan Langkah, Siap Dilantik dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis
02 Februari 2026 09:34
Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Berita Populer
02 Februari 2026 09:34
Wali Kota Makassar Pererat Kebersamaan Alumni se-Kota Makassar di Bazar Road To Reuni Angkatan 93
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:43
