Redaksi
Redaksi

Jumat, 11 Desember 2020 15:27

Muhammad Nasrun, juru bicara Aliansi Umat Sulsel.
Muhammad Nasrun, juru bicara Aliansi Umat Sulsel.

Polisi Dianggap Mempertontonkan Ketidakadilan, Aliansi Umat Sulsel Desak Presiden Jokowi Bertindak

Aliansi Umat Sulsel melihat, penetapan tersangka terhadap HRS karena kerumunan, adalah bentuk ketidakadilan yang nyata. Pasalnya, ada paslon Pilkada juga melakukan hal serupa dan tidak ditindak.

MAKASSAR, BUKAMATA -- Aliansi Umat Sulsel, turut angkat bicara soal penetapan Habib Rizieq Shihab yang dijadikan tersangka kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat, pada 14 November lalu oleh Polda Metro Jaya.

Aliansi Umat Sulsel yang sebelumnya telah menggelar salat gaib untuk enam laskar FPI di Makassar tersebut menilai, penetapan tersangka Imam Besar FPI adalah tindakan yang mempertontonkan ketidakadilan. Sehingga, perlu disikapi Presiden Jokowi.

"Pengumpulan massa di masa politik khususnya Pilkada banyak terjadi. Tetapi kenapa hanya Habib saja yang di jadikan tersangka. Kenapa yang kerumunan massa lainnya tidak dipersoalkan. Itu yang kami sangat sesalkan, dan tentu saja kami protes. Sebab apa yang ditunjukkan itu adalah ketidakadilan yang nyata," ujar Muhammad Nasrun, juru bicara Aliansi Umat Sulsel.

Karenanya, Nasrun mengatakan, negara terutama presiden sebagai simbol negara, harusnya bersikap dan menegakkan keadilan yang telah dipertontonkan tersebut.

"Ketidakadilan itu sudah nyata terjadi. Makanya sebenarnya kita harap negara, tentu saja dalam hal ini yang menjadi simbol negara untuk hadir menjadi penegak keadilan, tapi sangat disayangkan, dia sampai hari ini tidak menggubris," tegasnya. 

Penulis : Chaidir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#FPI #Habib Rizieq Shihab #Aliansi Umat Sulsel

Berita Populer