Aswad Syam
Aswad Syam

Sabtu, 28 November 2020 18:12

Rumah yang menjadi TKP pembacokan, dipasangi garis polisi.
Rumah yang menjadi TKP pembacokan, dipasangi garis polisi.

Sabit Sempat Tersangkut di Kelambu, Begini Kronologi Duel Senjata Tajam Suami Istri di Polman

Juma membacok suaminya, Yunus saat korban hendak berangkat kerja. Melukai kepala Yunus.

POLMAN, BUKAMATA -- Sabtu, 28 November 2020. Pukul 05.00 Wita. Yunus (75), sedang di kamar rumah panggungnya, di Matakali, Polman, Sulawesi Barat. Dia bersama istrinya, Juma (60).

Yunus baru saja hendak pergi kerja. Parang di dalam sarungnya, diikatkan di pinggang. Tiba-tiba istrinya, Juma, membacoknya dengan sabit dari belakang. Satu bacokan berhasil melukai kepala Yunus pada bagian atas sedalam 1 cm dan panjang 6 cm. Juga sempat melukai telinga sang suami sedalam 0,3 x 1 cm.

Juma tak puas. Dia kembali mengayunkan sabitnya. Namun kali ini, sabit itu tersangkut di kelambu tempat tidurnya. Sehingga melukai leher Juma sendiri. Dalamnya 2 cm. Panjangnya 6 cm.

Ba'du (30), anak pasangan suami istri itu ketika itu tidur di kolong rumah. Tiba-tiba dia mendengar suara bapaknya minta tolong. "Ba'du, kesiniko," teriaknya.

Ba'du pun naik ke rumah. Alangkah kagetnya saat melihat kedua orang tuanya bersimbah darah. Di dekat keduanya tergeletak sabit bersimbah darah.

Sampai saat ini, penyidik Polres Polman masih melakukan penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini mengaku belum mengetahui pasti penyebab pertengkaran hingga berujung pembacokan. Pasalnya, keduanya masih menjalani perawatan intensif akibat luka yang dialami.

Ba'du mengatakan, kedua orang tuanya selama ini jarang bertengkar. Itu dibenarkan tetangganya, Sani. Dia mengaku tak pernah melihat pasangan suami istri itu berselisih.

#Pembacokan #Polman