Aswad Syam
Aswad Syam

Sabtu, 21 November 2020 14:59

Ilustrasi
Ilustrasi

Dari Dalam Penjara, Kakak Perintahkan Adik Bunuh Suami Baru Mantannya

Dari dalam penjara, AS memerintahkan adiknya, SH untuk membunuh suami baru mantan istrinya.

SURABAYA, BUKAMATA - Sabtu, 7 November 2020. AS sedang di Lembaga Pemasyarakatan Madiun. Dia dipenjara atas kasus pencurian dengan kekerasan. Saat di dalam penjara, istrinya, Dewi meminta cerai. AS lalu mendengar kabar, kalau mantan istrinya, Dewi, sudah menikah lagi.

Api dendam membara di dadanya. Lalu dia menghubungi adiknya, SH (22) via telepon. "Cari tahu keberadaan Dewi, bunuh suami barunya," perintahnya.

Keesokan harinya, Minggu, 8 November 2020. SH bersama temannya, lalu berangkat mencari Dewi. Dia menemukan indekos Dewi di Jalan Genting Tambak Dalam V, Kecamatan Asemrowo, Surabaya. Dia kemudian bertanya kepada seorang pria, berinisial MM (28), yang ternyata adalah suami baru Dewi.

Kanitreskrim Polsek Asemrowo, Iptu Rizkika Atmadha, Sabtu (21/11/2020) mengatakan, kepada MM, SH pun meminta untuk bertemu Dewi. Ia kemudian menunjukkan handphonenya yang tersambung video call dengan AS. Kepada Dewi, AS menanyakan kenapa WhatsApp, Facebook, dan teleponnya diblokir oleh Dewi.

Saat sementara video call, AS lalu memerintahkan SH. "Langsung siram air keras," ujar AS.

SH lalu mematikan ponsel, kemudian mengambil sebilah pisau yang telah ia siapkan di sepeda motor. Tanpa basa-basi, ia kemudian menusukkan pisau tersebut ke arah perut bagian bawah MM, suami Dewi. Namun, suami Dewi sempat menangkap pergelangan tangan SH, sehingga pisau tak menembus perutnya.

Keduanya lalu duel. Bergulingan di tanah sambil saling pukul. Warga pun berdatangan dan melerai keduanya. Oleh warga, SH diserahkan ke Polsek Asemrowo beserta sebilah pisau yang sempat dia tusukkan ke arah MM.

SH terancam dikenai Pasal 338 KUHP Jo. Pasal 53 KUHP Subs pasal 353 ayat (1) KUHP Subs Pasal 351 (1) KUHP tentang dugaan pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya, maksimal 15 tahun penjara.

#Penikaman